Populasi Hong Kong kian rendah/Freepik
Populasi Hong Kong kian rendah/Freepik
KOMENTAR

ANGKA kelahiran di Hong Kong hingga saat ini semakin rendah. Pemerintah Hong Kong menawarkan tunjangan sebesar 2.556 Dollar AS, sekitar Rp40 juta untuk warganya yang ingin punya anak.

Intensif ini diberikan guna meningkatkan angka kelahiran yang semakin rendah di kota tersebut.

Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka Chiu mengungkapkan bahwa bantuan dana akan diberikan kepada orang tua dari setiap bayi yang lahir sejak aturan tersebut ditetapkan sampai 2026 mendatang.

Dikutip dari berbagai sumber, Lee mengatakan bahwa melahirkan anak adalah keputusan yang besar dalam hidup yang melibatkan banyak pertimbangan.

Berdasarkan hasil penelusuran Farah.id, angka kelahiran di Hong Kong saat ini berada di titik terendah yaitu 0,9 kelahiran per perempuan, jauh di bawah angka 2,1 yang dibutuhkan untuk menjamin stabilnya populasi.

Bantuan dana yang akan diberikan merupakan tambahan dari intensif pajak yang sudah ada bagi para orang tua baru yang menerima potongan pajak tahunan untuk setiap anak dan potongan tambahan untuk setiap bayi yang dilahirkan.

Kebijakan ini juga termasuk langkah pemerintah setempat memangkas bea materai pembeli rumah dari 15 persen menjadi 7,5 persen.

Namun, bantuan dana tersebut dinilai tidak cukup untuk membayar sewa rumah satu bulan di Hong Kong, terlebih lagi biaya membesarkan anak.

“Ini bahkan tidak dapat menutupi cicilan rumah saya selama satu bulan, serta tagihan listrik dan gas,” kata salah satu penduduk.

Menurut data yang dihimpun Farah.id, pasalnya Hong Kong memiliki biaya hidup yang tinggi, sehingga memperngaruhi keinginan penduduknya untuk memiliki keturunan.

Menurut salah seorang yang mempelajari kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, Profesor Paul Yip Siu-Fai, pemberian uang tunai yang hanya satu kali tidak dapat mengatasi masalah keuangan jangka panjang orang tua.

“Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melahirkan anak, yaiitu bagian sebenarnya dari melahirkan, lalu membesarkan dan mendidiknya,” ujar Yip.

Professor Paul Yip Siu-Fai berpendapat bahwa pemerintah harus berbuat lebih banyak lagi untuk membantu orang tua secara bertahap.

Berdasarkan hasil pencarian Farah.id, Hong Kong bukan satu-satunya negara di Asia yang menawarkan uang kepada para penduduknya untuk bereproduksi. Negara lainnya adalah Singapura.

Pemerintah Singapura menawarkan uang sebesar 8.036 Dollar AS, sekitar Rp127 Juta untuk anak pertama dan untuk anak kedua sebesar 9.497 Dollar AS, setara Rp151 Juta.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News