Tempat bekas kamp liburan pasukan Nazi, yang kini berubah fungis sebagai Hotel mewah (Prora Solitaire Apartments dan Spa)/NET
Tempat bekas kamp liburan pasukan Nazi, yang kini berubah fungis sebagai Hotel mewah (Prora Solitaire Apartments dan Spa)/NET
KOMENTAR

TEMPAT liburan tak harus melulu di pantai, pegunungan dan perdesaan. Di Jerman, wisatawan menikmati menghabiskan waktu berlibur di bekas kamp liburan pasukan Nazi, Prora Solitaire Apartments dan Spa. 

Untuk bisa menginap di sana, pengunjung harus mengeluarkan kocek yang dalam per malamnya.

Sedikitnya, uang 100 pound sterling atau sekitar Rp1,8 juta dikeluarkan agar bisa menikmati tempat tersebut bagi mereka yang gemar berjemur. 

Untuk diketahui, mantan diktator Jerman Adolf Hitler membangun komplek beton raksasa itu sekitar tahun 1936. Di bekas kamp Nazi tersebut dapat menampung 20 ribu tentara pasukan sebagai jawaban Fuhrer terhadap Butlin untuk membangun tempat rekreasi dan indoktinasi selama pemerintahannya.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1936 dan Hitler bermaksud menggunakan bangunan ini untuk rekreasi dan indoktrinasi, tapi pembangunannya terhenti seiring pecahnya Perang Dunia II pada 1939.

"Dibangun pada tahun 1930-an dan kemudian ditinggalkan, ini adalah bagian Gedung Prora yang baru diubah, sebuah bangunan besar sepanjang 8 km di pantai timur pulau Rugen di Baltik," demikian tertulis di lansir Farah.id pada Daily Star, Senin (25/9). 

Sekarang bangunan itu telah diubah menjadi akomodasi mewah dan para pengunjung menggunakan ulasan perjalanan di Tripadvisor untuk memberi hormat pada destinasi yang terletak di Prorata, Pulau Rugen Jerman, tepat di sekitar Laut Baltik terletak di sebelah timur laut benua Eropa.

Laut ini dibatasi oleh semenanjung Skandinavia, tanah daratan Eropa Tengah dan Timur serta Denmark. Perairannya mengalir ke Kattegat dan Laut Utara melewati Öresund, Sabuk Besar dan Sabuk

Di masa lalu, Hitler berencana memberikan hari libur yang terjangkau bagi para pekerja sebagai bagian dari proyek Strength Through Joy (Kraft durch Freude).

Setelah perang, kompleks ini digunakan sebagai pangkalan militer oleh Tentara Merah dan kemudian militer Jerman Timur. Situs ini merupakan salah satu peninggalan Nazi terbesar yang tersisa di Jerman dan secara resmi terdaftar pada tahun 1994.

Katja Lucke, kepala sejarawan di museum swasta di situs tersebut, mengatakan tentang sejarah Prora Solitaire Apartments & Spa.

"Ini adalah tempat di mana 20.000 orang dipersiapkan untuk bekerja dan berperang." terangnya di laman yang sama.  

 

 




Lonjakan Kasus COVID-19 di Singapura, Menkes Budi Gunadi Sadikin: Jangan Panik, Tingkat Penularan dan Angka Kematian Sangat Rendah

Sebelumnya

Tegaskan Kenaikan UKT Hanya untuk Mahasiswa Baru, Nadiem Makarim: Yang Lebih Mampu Bayar Lebih Besar, Yang Tidak Mampu Bayar Lebih Sedikit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News