Pengunjung tampak membeli buku aqidah di salah satu stand buku pada acara pameran buku Islam buku terbesar se Asia Tenggara di GBK, Jakarta, Minggu (24/9)/Farah.id
Pengunjung tampak membeli buku aqidah di salah satu stand buku pada acara pameran buku Islam buku terbesar se Asia Tenggara di GBK, Jakarta, Minggu (24/9)/Farah.id
KOMENTAR

Pengunjung Islamic Book Fair 2023 yang datang tak hanya melihat pameran buku Islam terbesar se Asia Tenggara saja di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/9). 

Mereka yang datang rata-rata berusia antara 12 tahun hingga paling tua sekitar 60 tahun itu sengaja datang untuk menyaksikan kegiatan lainya. 

Salah satunya pengunjung asal Bogor, Maemunah (50). Dia bersama suami dan anak sengaja datang ke Jakarta untuk menyaksikan langsung penulis ternama di Indonesia. 

Selain itu, ibu tiga orang anak ini juga berkesempatan melihat pameran buku islam terbesar se Asia Tenggara tersebut.

"Buku  disini lengkap dengan harga murah. Saya beli buku mengenai akidah agar bisa dibaca anak di rumah nanti," ujarnya.  

Seperti talkshow, diskusi, dan temu tokoh menjadi tujuan utama yang dianggap bermanfaat bagi keluarga, sanak serta kerabat sekitaran Jabodetabek. 

Sejak awal kegiatan ini dimulai, pihak penyelenggara telah menyediakan fasilitas pendukung bagi pengunjung. 

Pengunjung yang beragam dari status yang berbeda-beda jadi salah satu kesiapan panitia menyediakan fasilitas penunjang yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang datang.

Bukan hanya toilet yang cukup dan memadai, mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama di akhir pekan, panitia harus sigap memberikan ruang-ruang khusus agar pengunjung tetap nyaman.

Yang pertama, tentu saja, panggung utama dapat menjadi pusat perhatian pengunjung untuk mendapatkan ilmu dari para pembicara, meet and greet, dan juga kegiatan workshop.

Capek berbelanja, pengunjung akan mudah lapar dan mencari stand makanan. Panitia menyediakan food court bagi para pengunjung IBF 2023 untuk memanjakan lidah dengan aneka kuliner yang menggiurkan.

Pameran buku ini juga menjadi kesempatan para orangtua mengajak anak-anak mereka mencintai buku. Tak heran, banyak pengunjung yang membawa serta anak-anak mereka bahkan dalam usia balita.

Karena itu, panitia menyediakan kids zone atau arena bermain anak yang dapat menjadi pelepas lelah sekaligus mengusir kebosanan anak-anak.

Saat waktu sholat tiba, pengunjung dapat menunaikan ibadah dengan nyaman di musholla yang disediakan oleh panitia. Tersedia musholla pria dan wanita dengan tempat wudhu yang terpisah.

Bagi para ibu yang membawa bayi, ada ruang laktasi untuk tempat menyusui bayi yang nyaman sehingga tak perlu khawatir lagi ketika ibu harus menyusui di tempat ramai.

 

 




Pembatalan Kenaikan UKT oleh Menteri Nadiem Tidak Menyelesaikan Masalah

Sebelumnya

Menteri Nadiem Batalkan Kenaikan UKT

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News