Patung dewa Neptunus era Renaisans Florence, Italia/NET
Patung dewa Neptunus era Renaisans Florence, Italia/NET
KOMENTAR

PEMERINTAH Florence Italia mewajibkan bayar denda kepada remaja 22 tahun asal Jerman setelah terekam kamera pengintai atau Cctv memanjat patung dewa Neptunus era Renaisans Florence, Senin (4/9) kemarin. 

"Wisatawan ini berpikir bahwa naik ke Neptunus untuk berfoto selfie adalah ide yang bagus," kata Walikota Florence, Dario Nardella, dilansir dari Stuff, Rabu (6/9).

Diketahui perempuan tersebut bersama temannya yang mengambil foto saat berlibur di pusat kota Tuscan. Turis ini diduga mematahkan bongkahan marmer dari kereta patung Neptunus dan merusak kuku kuda yang dipahat di dasar monumen.

Atas kecerobohan itu, dia harus mengganti kerusakan hingga 5 ribu euro atau sekitar Rp82 juta. Posisi turis ini telah terlacak dan sekarang dia menghadapi denda yang besar.

"Tidak ada pembenaran atas vandalisme terhadap warisan budaya," ujarnya. 

Nardella memposting rekaman kamera keamanan serta foto turis asal Berlin itu tengah berdiri di dasar Neptunus. Kerusakan patung itu akan diperbaiki bulan depan.

Sementara itu, sang arsitek Tommaso Muccini mengatakan patung tersebut telah dipugar seluruhnya pada tahun 2018. Sistem keamanan telah membunyikan alarm ketika pengunjung nakal itu melompat turun dari monumen.

Sebagai informasi, perawatan rutin air mancur yang meliputi pembersihan marmer, pembuangan koin, dan pembersihan kotoran merpati, membutuhkan biaya 35 ribu atau sekitar Rp574 juta per tahun.

Ada beberapa insiden turis yang merusak warisan budaya Italia tahun ini, mulai dari menggoreskan inisial mereka di dinding Colosseum hingga mengarungi Air Mancur Trevi di Roma.

 

 




Din Syamsuddin Jadi Pembicara dalam Sidang Grup Strategis Federasi Rusia-Dunia Islam di Kazan

Sebelumnya

Buku “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” dan “Buldozer dari Palestina” Karya Teguh Santosa Hadir di Pojok Baca Digital Gedung Dewan Pers

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News