Forum Perempuan ASEAN BAC berkomitmen dukung pengusaha Perempuan di Asia Tenggara/NET
Forum Perempuan ASEAN BAC berkomitmen dukung pengusaha Perempuan di Asia Tenggara/NET
KOMENTAR

PENGUSAHA perempuan di ASEAN jumlahnya sangatlah banyak. Terutama di Indonesia, di mana pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) mayoritas dikelola oleh kaum hawa. 

"Terdapat sekitar 64 juta pengusaha di Indonesia, yang mana 37 juta usaha tersebut dikelola oleh perempuan," kata Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC),  Arsjad Rasjid,

Menurut dia, kontribusi UMKM sebesar 60,51% bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, menyerap 96,92% tenaga kerja, serta menyumbang 15,65% ekspor non migas.

“Hal ini membuktikan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, namun kebijakannya tidak selalu menargetkan kebutuhan khusus perusahaan dan pendiri yang dipimpin perempuan,” ujarnya. 

Namun disayangkan Arsjad, Perempuan belum diberikan akses yang sama kepada otoritas pengambilan keputusan dan kepemimpinan yang tidak hanya akan bermanfaat bagi kesejahteraan mereka.

"Namun juga memungkinkan mereka berkontribusi terhadap kemajuan dan inklusivitas regional," sesalnya. 

Padahal, menurut dia, pemangku kepentingan bisnis dan pengusaha memainkan peran penting dalam pengembangan dan kesejahteraan masyarakat. 

"Adanya kesenjangan gender menyebabkan hilangnya pendapatan sebesar 30% dan kerugian rata-rata sebesar 17,5% bagi suatu negara dalam jangka panjang," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN), Dyah Anita menilai perempuan masih mengalami kesulitan dan menghadapi banyak hambatan untuk mencapai puncak posisi manajerial.

Di mana jumlah pemimpin perempuan lebih sedikit dibandingkan laki-laki, yakni hanya 5% untuk posisi senior manajemen. Hambatan seperti diskriminasi gender membuat perempuan sulit mencapai posisi ini.

Selain diskriminasi gender, hambatan lainnya adalah pekerjaan ganda dan tanggung jawab rumah tangga yang dilakoni perempuan.

"Kendala lainnya adalah kurangnya peluang berjejaring, kurangnya panutan perempuan, dan perempuan di bidang STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika). Semoga forum ini dapat menghubungkan pengusaha perempuan untuk mempromosikan nilai-nilai ekonomi ASEAN," kata Dyah.

ASEAN Business & Investment Summit (ABIS) merupakan acara unggulan ASEAN-BAC 2023 yang mengangkat tema Sentralitas ASEAN: Berinovasi Menuju Inklusivitas yang Lebih Besar.

Acara diskusi yang digelar pada 3-4 September 2023 di The Sultan Hotel & Residence ini menghadirkan para pejabat tinggi pemerintah, CEO, dan eksekutif senior yang mewakili perusahaan multinasional dan regional di ASEAN.

Adapun pembahasan dalam acara ini yaitu langkah langkah untuk mendorong reformasi kebijakan dan memposisikan ASEAN sebagai pusat keterhubungan ekonomi global.

 

 




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News