Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

BERDASARKAN data Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sebanyak 3000 kasus incest dilakukan dengan urutan pelaku paling banyak adalah ayah pada anak perempuan, kakek pada cucu perempuan, paman pada keponakan perempuan, kakak pada adik perempuan, dan ibu pada anak laki-laki.

Pelecehan lain dilakukan umumnya oleh orang yang memiliki relasi kuasa pada anak, entak guru, mentor, kakak kelas, bahkan teman dekat.

Di sini, menjadi hal yang sangat penting untuk membimbing anak mengenal tubuhnya dan bagaimana mereka berinteraksi di lingkungannya. Tentu saja, ada Batasan interaksi yang wajib diajarkan pada anak, baik kepada keluarga terdekatnya, maupun dengan orang lain.

Tarbiyah jinsiyah, dalam ajaran Islam dikenal sebagai pendidikan seksual yang tidak terpisahkan dari pendidikan anak. Pendidikan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab orang tua. Tujuannya, membentuk perilaku bukan sekadar tahu.

Islam telah mengajarkan bahwa pendidikan seksual pada anak dimulai sejak dini, karena mendidik tidak bisa mendadak. Sebab, menjadi hal yang berbahaya jika tidak membekalinya.

Anak bisa terbawa ke arah pergaulan seks bebas, terpapar dampak negatif dari pertemanan yang berisiko, anak mendapatkan informasi yang keliru, tidak memiliki kemampuan sosial dan emosional yang baik, hingga rasa ingin tahu yang memuncak yang bisa didapatkannya melalui media internet.

“Bedanya tarbiyah jinsiyah dengan sex education adalah pada pelampiasan seks secara sehat, seperti cara mencegah kehamilan, tindak aborsi, dan sebagainya. Tarbiyah jinsiyah lebih dari sekadar pelampiasan keinginan, tetapi lebih pada pendekatan seksual yang dilakukan berdasarkan ahlak dan adab yang baik,” kata Ustadz Agus Purwanto.

Dalam konsep tarbiyah jinsiyah atau pendidikan seksual dalam Islam, yang diajarkan dari hal paling dasar adalah menutup aurat dan menjaga pandangan. Anak diajarkan tentang anggota tubuh mana yang tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain.

Memisahkan tempat tidur sudah termasuk dalam pendidikan seksual Islam.

Jadi, tarbiyah jinsiyah merupakan konsep dalam mendidik hawa nafsu agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Nafsu dirahmati oleh Allah dengan tujuan terbentuknya Sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam rumah tangga, sehingga mampu mengedukasi keturunannya dengan baik.




Pemalu atau Social Anxiety? Yuk Kenali Tanda-Tandanya, Bunda!

Sebelumnya

Anak Slow Response Saat Diperintah, Ayah Bunda ‘Berkaca’ Dulu Sebelum Marah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting