KOMENTAR

SPEECH DELAY atau terlambat bicara menjadi salah satu kondisi yang kerap membuat orang tua khawatir. Namun, ada beberapa kegiatan yang dipercaya dapat mencegah speech delay pada balita. 

Tanda-tanda speech delay sebenarnya bisa dideteksi sebelum anak menginjak usia satu tahun. Orang tua harus mulai waspada saat bayi tidak merespons suara apa pun.

Menurut laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kecepatan seorang anak dalam belajar bicara berbeda satu sama lain.

Pada usia 2 tahun, anak diharapkan telah mampu mengucapkan kalimat yang terdiri atas dua kata.Namun terdapat tanda-tanda perkembangan pada usia tertentu yang perlu dicapai sebelum ia mampu berbicara lancar. 

Ada berbagai kemungkinan penyebab terlambat bicara pada anak seperti kelainan bentuk organ penghasil suara, gangguan pendengaran, gangguan perilaku, gangguan perkembangan umum, kurang stimulasi, masalah psikososial, dan penyebab-penyebab lainnya. 

Dilansir dari berbagai sumber, ayah dan bunda bisa melakukan sejumlah kegiatan yang menyenangkan untuk mencegah terjadinya speech delay pada si kecil.

1. Permainan roleplay ( Permainan Peran) 

Siapa bilang permainan roleplay tidak memberikan manfaat bagi perkembangan anak? Ini bisa menjadi salah satu kegiatan untuk cegah speech delay pada anak. Saat berpura-pura menjadi sosok yang diinginkannya, anak cenderung berupaya lebih maksimal untuk berkomunikasi

2. Meniup dengan sedotan

Sedotan bisa menjadi media yang mudah didapat untuk membantu mencegah speech delay pada anak. Sediakan bola kapas dan sedotan, lalu letakkan kapas di atas meja atau lantai. 

Setelah itu, mintalah anak untuk meniup bola kapas sejauh mungkin. Meski terlihat sederhana, meniup dapat melatih otot mulut anak dan membantunya mengucapkan kata.

3. Meniup lilin

Jika di rumah tidak ada sedotan, Bunda tetap bisa melakukan kegiatan untuk cegah speech delay pada anak dengan menggunakan lilin. Caranya sangat mudah, nyalakan lilin dan minta anak untuk meniupnya sampai mati. 

Kegiatan ini dapat melatih kekuatan otot mulut dan wajah yang berguna dalam meningkatkan kemampuan bicara anak. Jika dilakukan secara berkala, meniup lilin juga dapat melatih otot motorik. 

Otot motorik sendiri merupakan sistem gerak otot yang mencakup area mulut, termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, dan juga pipi.

Jika Bunda ingin menggunakan sedotan sebagai media tiup untuk mencegah speech delay pada anak, pilihlah sedotan yang bentuknya unik. Misalnya bentuk melingkar atau berombak. Bentuk ini akan melatih otot mulut anak dengan lebih kuat.

4. Bermain dengan benda di luar jangkauan anak

Letakkan benda atau mainan kesukaan anak di luar jangkauannya, sehingga ia akan meminta bantuan Bunda untuk mengambil. Ajarkan anak untuk mendatangi Bunda, menarik tangan dan mendekat ke lokasi benda.Setelah itu, ajarkan juga untuk mengucap kata 'tolong'. Penting untuk menanamkan bicara dengan sopan santun sejak dini.

5. Ajarkan bahasa tubuh sederhana

Berdasarkan sebuah penelitian, anak-anak lebih rentan frustasi dan tantrum jika tidak dapat menyampaikan apa yang diinginkannya. 

Jika si kecil kerap mengalami hal ini, coba ajarkan bahasa tubuh atau bahasa isyarat sederhana untuk membantunya berkomunikasi. Beberapa contoh bahasa sederhana yang dapat dilatih misalnya seperti 'makan', 'minum' atau 'tidur'.

6. Ucapkan kata yang sama berulang-ulang

Bagi anak-anak, pengulangan menjadi salah satu metode belajar yang ampuh, termasuk untuk mencegah speech delay.

Ketika anak mengucapkan sebuah kata dengan benar, ulangi kata itu kembali dengan nada positif.




Mengulik Fakta Dibalik MPASI Fortifikasi: Apakah Berbahaya Bagi Bayi?

Sebelumnya

Meletakkan ‘Beban Panutan’ Kepada Anak Sulung, Menabung Luka Batin

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Parenting