Berbaik hati dan berprasangka baiklah kepada anak-anak/Net
Berbaik hati dan berprasangka baiklah kepada anak-anak/Net
KOMENTAR

BAGAIMANA cara anak tumbuh dipengaruhi cara orangtua mendidik dan memperlakukannya. Sejatinya, anak adalah titipan Allah. Karena itu, Rasulullah Saw menaruh perhatian dan menyayangi anak-anak.

Nabi Muhammad Saw sangat senang bermain dengan anak-anak. Salah satu contohnya, ia selalu memberikan tumpangan untanya kepada anak-anak ketika dia kembali dari perjalanan.

Tidak pernah sedikitpun Rasulullah menahan cintanya kepada anak-anak. Bahkan dalam satu hadits Abu Hurairah ra diriwayatkan:

“Saya pergi bersama Rasulullah Saw pada suatu waktu di siang hari, tetapi dia tidak berbicara dengan saya dan saya tidak berbicara dengannya sampai dia mencapai Pasar Banu Qainuqa. Dia kembali ke tenda Fatimah dan berkata, ‘Apakah orang ceil (Al Hasan) di sana?’ Kami mendapat kesan ibunya telah  menahannya untuk memandikan dan mendandaninya dan menghiasinya dengan karangan bunga manis.

Tidak banyak waktu yang telah berlalu, sampai dia (Al Hasan) dayang berlari hingga keduanya saling berpelikan, kemudian Rasulullah berkata: ‘Ya Allah, aku mencintainya, cintai dia, dan cintai orang yang mencintainya’.” (HR Muslim)

Kemudian, dari Anas ibn Malik ra berkata: “Saya tidak pernah melihat orang yang lebih berbelas kasih terhadap anak-anak selain Rasulullah Saw. Dia akan pergi ke sana dan kami akan pergi bersamanya dan dia akan memasuki rumah, menjemput putranya dan menciumnya, lalu kembali.” (HR Muslim)

Kepada anak-anak, tidak hanya anaknya, cucunya, tetapi kepada semua anak-anak dari sahabatnya dan umatnya. Usamah ibn Zaid ra menunjukkan aspek kemanusiaan dari kepribadian Nabi Saw:

“Rasulullah Saw dulu meletakkan saya di (salah satu) pahanya dan meletakkan Al Hasan ibn ‘Ali di pahanya yang lain, lalu memeluk kami dan berkata, ‘Ya allah, tolong kasihanilah mereka, karena saya berbelas kasihan kepada mereka’.” (HR Al Bukhari)

Beberapa orangtua mungkin tidak memahami bagaimana mengungkapka rasa cintanya kepada anak-anak. Namun sekali lagi, Rasulullah memberikan contoh. Diriwayatkan Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw mencium Al Hasan ibn ‘Ali sementara Al Aqra’ ibn Habis At Tamimi sedang duduk bersamanya.

Al Aqra berkata, “Saya memiliki sepuluh anak dan tidak pernah mencium salah satu dari mereka.”

Nabi Muhammad Saw menatapnya dan berkata, “Siapapun yang tidak berbelas kasihan kepada orang lain tidak akan diperlakukan dengan penuh belas kasihan.”

Bunda, Nabi Muhammad Saw selalu menjadi teladan dalam setiap perilaku dan sikapnya. Karenanya, kita sebagai muslim hendaklah meniru apa yang dikerjakannya.




Apa Hubungan Bersyukur dengan Percaya Diri bagi Seorang Muslimah?

Sebelumnya

Surah Al-Waqiah dan Ketenteraman Jiwa Seorang Muslim

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tadabbur