Ilustrasi - WHO/Net
Ilustrasi - WHO/Net
KOMENTAR

SEBANYAK 66 anak di India dinyatakan meninggal dunia usai mengonsumsi sirup obat batuk dan demam yang diproduksi oleh sebuah perusahaan farmasi asal India.

Dalam laporannya, puluhan anak tersebut meninggal lantaran mengalami cedera ginjal akut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) bertindak cepat dengan mengeluarkan peringatan global, lantaran kemungkinan besar sirup obat batuk ini sudah terdistribusi keluar India.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku, pihaknya sudah melakukan ujicoba terhadap sirup obat batuk buatan perusahaan farmasi India, Maiden Phramaceuticals.

Hasilnya, sejumlah merek sirup obat batuk mengandung dietilena glikol dan etilen glikol dalam jumlah yang tak bisa diterima. Jika dikonsumsi, akan menyebabkan keracunan dan bisa berakibat fatal.

Obat sirup itu diantaranya Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup.

“Kami meminta WHO membagikan laporan yang menetapkan hubungan sebab kematian dengan produk medis yang bersangkutan,” kata regulator obat India, dikutip dari BBC, Senin (10/10).

Dietilena dan Etilena Glikol, Apa Itu?

Dietilena glikol atau Diethylene glycol (DEG) adalah senyawa organic yang merupakan cairan tidak berwarna, praktis tidak berbau, beracun, dan higroskopis dengan rasa manis. Dapat dicampur dalam air, alkohol, eter, eseton, dan etilena glikol.

DEG merupakan pelarut yang banyak digunakan, menjadi pengontaminasi dalam produk konsumen, yang telah menyebabkan banyak epidemi keracunan sejak awal abad ke-20.

Sedangkan etilen umumnya digunakan dalam pemeraman buah agar cepat matang dan untuk merontokkan daun. Dapat juga dipakai untuk menghambat proses pembentukan batang, akar, dan bunga.

Etilen ini cukup beracun untuk manusia. Bahaya utama terletak pada rasanya yang manis. Karena itu, anak-anak dan hewan sering tidak sengaja mengonsumsinya melebih dosis maksimal yang diperbolehkan.

WHO menyatakan, zat-zat itu beracun bagi manusia dan bisa berakibat fatal. Efek racunnya dapat mencakup sakit perut, muntah, diare, ketidakmampuan buang air kecing, sakit kepala, perubahan kondisi mental, hingga cedera ginjal akut yang menyebabkan kematian.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News