post image
Vice Chancellor of Governance and Resources Universitas Binawan/Dok. Univ Binawan
KOMENTAR

UNIVERSITAS Binawan Jakarta untuk pertama kalinya akan memberangkatkan 149 mahasiswanya untuk program Working Holiday ke Jerman.

Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Jerman, program magang tersebut akan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2022.

Farah.id berkesempatan mewawancarai Farouk Abdullah Alwyni MA, MBA, ACSI, CDIF selaku Vice Chancellor of Governance and Resources Universitas Binawan seputar program Working Holiday.

Apa itu program Working Holiday?

Working Holiday adalah program magang di luar negeri bagi para mahasiswa, minimal mereka yang sudah masuk semester dua. Untuk batch pertama, Working Holiday akan berlangsung di Jerman selama tiga bulan. Ini adalah yang pertama, dan insya Allah akan berkelanjutan setiap tahun. 

Working Holiday adalah bagian dari pendidikan mahasiswa. Sangat penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya menimba ilmu di kelas atau di laboratorium tapi melalui praktik kerja lapangan (PKL), dalam hal ini di luar negeri.

Dari mana ide awal untuk melaksanakan magang di luar negeri?

Ide awalnya adalah Universitas Binawan memiliki tiga keywords yaitu akhlak, internasional, dan digital. Dari banyak kampus di Tanah Air, kami harus punya values dan keunggulan yang membedakan kami dari kampus lain. Orientasi internasional inilah yang kami kembangkan.

Universitas Binawan adalah sister company dari Binawan Inti Utama, sebuah perusahaan yang sudah berpengalaman mengirim tenaga terdidik ke luar negeri, salah satunya adalah perawat. Kami memiliki aspirasi agar lulusan kami bisa terserap di luar negeri atau di rumah sakit internasional yang ada di Tanah Air. 

Intinya, mahasiswa kami harus memenuhi kualifikasi internasional. Dan kami melihat Working Holiday menjadi pelengkap dari elemen internasional dalam strategi pendidikan kami.

Apa urgensi program Working Holiday bagi mahasiswa?

Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman bekerja di luar negeri, melatih sense of comparison terhadap dunia kerja dan kehidupan sosial di dalam dan luar negeri. Kami memfasilitasi mahasiswa untuk melatih skill mereka.

Mengapa memilih Jerman?

Jaringan alumni Binawan yang ada di Jerman melihat potensi untuk mahasiswa magang di sana. Kami menyambut potensi itu. Alhamdulillah komunikasi dengan Jerman terbangun baik.

Kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Jerman yang mengatur penempatan mahasiswa ke sejumlah perusahaan.

Bagaimana persiapannya hingga saat ini?

Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari Kementerian Hukum dan HAM untuk membuat paspor di kampus Binawan. Saya mengapresiasi Kemenkumham yang memfasilitasi mahasiswa Binawan.

Hari ini juga kami memberikan pembekalan Working Holiday untuk mahasiswa. Ada pelatihan public speaking yang disampaikan Wiwied Taher dari PT Idea Citra Prakarsa dan penjelasan tentang kehidupan di Jerman yang disampaikan Birte Nissen dari Germany Executive.

Seperti apa pelaksanaan program Working Holiday?

Working Holiday terbuka untuk mahasiswa semua jurusan, tidak terbatas hanya bidang kesehatan. Di sana, mereka akan mendapat sertifikat magang. Dan jika kinerja mereka bagus, bukan tak mungkin mereka mendapat tawaran kerja. 

Vocational program di Jerman sangat baik. Mahasiswa banyak praktik di lapangan dengan orientasi kerja. Job training juga difasiitasi dengan baik.

Setelah Jerman, Working Holiday menyasar negara mana lagi?




ISEF 2022 Resmi Dibuka, Wapres Ma'ruf Amin: Bank Indonesia Menjadi "Hamzah Washal Kabir" untuk Industri Halal di Indonesia

Sebelumnya

Bank Dunia Tegaskan Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2030 Tidak Akan Tercapai, Mengapa?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News