post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

BAHAGIA itu sederhana. Tidak harus dengan cara yang mewah dan belum tentu harus memiliki pasangan terlebih dahulu agar bisa bahagia. Selama ini kita sering menggantungkan kebahagiaan kita terhadap orang lain atau lingkungan sekitar.

Bila hal-hal tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka keluhan akan muncul dari lisan kita. Kondisi ini tentu membuat kita sulit merasakan kebahagiaan. Padahal sebenarnya kita bisa menciptakan bahagia secara mandiri.

Bagaimana caranya?

Belajar peka terhadap lingkungan.

Coba lihat ke lingkungan sekitar, ada siapa saja kah di sekitar kita? Adakah kita bertemu dengan orang lain? Ada kah di antara mereka yang membutuhkan bantuan? Dengan melihat ke lingkungan sekitar, kita akan belajar peka terhadap lingkungan dan berempati terhadap orang lain. Hal tersebut akan mengikis sifat egois yang ada di diri kita.

Mulailah belajar untuk menyapa orang-orang di sekitar dan membantu orang yang sedang memerlukan bantuan. Membantu tidak hanya harus berupa uang, tapi bisa juga dengan tenaga. Misalnya : membantu orangtua menyeberang jalan. Kebahagiaan akan diperoleh ketika kita membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Fokus terhadap diri sendiri

Dengan belajar peka terhadap lingkungan, kita akan belajar bersyukur dengan segala yang kita miliki. Ternyata di luar sana banyak orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Hindari membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, fokuskan kepada hal-hal dan rencana yang menjadi tujuan hidup kita.  Hal ini akan membuat kita bahagia.

Cari dan lakukan aktivitas baru

Penyebab seseorang tidak bahagia adalah merasa jenuh terhadap rutinitas yang monoton. Hal ini dapat diatasi dengan mencoba melakukan hal-hal baru sebagai penyegaran. Misalnya mengikuti kursus memasak atau merajut. Selain memperoleh ilmu baru dan pengalaman baru, kita juga akan memperoleh teman atau komunitas baru. Kegiatan seperti ini tentu akan menumbuhkan rasa bahagia di dalam hati kita.

Merenung

Sesekali kita perlu merenungkan apa yang sudah kita peroleh dan apa yang menjadi target kita. Tulis dalam sebuah jurnal, hal-hal yang membuat kita tidak bahagia lalu lanjutkan dengan hal-hal membahagiakan kita. Cara ini akan bisa membuat kita memahami apa kendala yang membuat kita sulit bahagia.

Pikirkan dengan matang dan baik langkah yang bisa kita tempuh untuk merubah sesuatu yang tidak bahagia menuju ke arah yang lebih bahagia. Misalnya kita stress dengan pekerjaan kantor saat ini, coba pertimbangkan untuk mencari peluang di tempat lain. Dengan berani mengambil resiko untuk mengubah jalan hidup kita, maka kita akan bisa mendapatkan kesempatan untuk lebih bahagia.

Demikian tips untuk menjadi lebih bahagia secara mandiri. Semoga bisa menginspirasi.

 

 

 

 


 




3 Tips Mengatur Waktu ala Mas Menteri Nadiem

Sebelumnya

Berikan Waktu Berkualitas untuk Anak Kita, Selamat Berhari Minggu dari Kang Emil dan Arkana

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family