post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

KEHILANGAN buah hati adalah hantaman terbesar bagi orangtua. Karena itu, memulihkan mental orangtua adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Meski tak mudah, langkah ini bisa dilakukan dengan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat.

Rasa sedih, marah, dan kecewa adalah emosi yang wajar saat orangtua kehilangan buah hati. Namun jika emosi negatif ini didiamkan dan berlarut menjadi hal yang tidak wajar serta bisa menimbulkan dampak buruk.

Batasan emosi yang wajar bisa kita ukur dari beberapa hal, yaitu:

1. Durasi emosi yang tidak terlalu lama, sehingga tidak mengganggu kesehatan, aktivitas sehari-hari, bahkan kehidupan sosial.
2. Intensitas emosi tidak terlalu dalam atau tidak membuat parents menjadi depresi.
3. Tidak mempengaruhi fungsinya dalam pekerjaan, keluarga, serta aktivitas lainnya.

Tahap Kesedihan yang Tidak Wajar

1. Mereka akan menyangkal apa yang telah terjadi. Pertanyaan-pertanyaan seperti, "Masa sih aku sudah kehilangan anak?" akan terus menghantui dalam beberapa hari.

2. Tahapan kedua adalah marah. Pertanyaan seperti, "Mengapa harus saya yang merasakan hal ini?" berkecamuk dalam hati.

3. Tahapan ketiga adalah mulai menyadari apa yang terjadi. Perlahan perasaan sedih hilang dan berganti dengan menerima kenyataan yang terjadi.

4. Namun di tahapan keempat, walau sudah menerima kenyataan, namun bagi yang tidak bisa mengontrol emosi bisa mengalami depresi. Fase ini adalah yang terberat dan jika dibiarkan justru akan sangat berbahaya.

5. Jika tahapan keempat bisa dilewati dengan baik, orangtua bisa menerima kenyataan dengan baik juga, maka ini menjadi tahapan akhir yang sangat bagus. Parents bisa bangkit kembali dan menata ulang kehidupannya.

Cara Memulihkan Mental

Perasaan bersalah pasti akan muncul saat orangtua kehilangan buah hati. Tetapi ada cara yang bisa dilakukan untuk memulihkan mental.

- Fokus pada momen saat ini, bahwa masa lalu tidak akan bisa diubah, sehingga yang penting dilakukan saat ini adalah meneruskan hidup.
- Refleksi diri, siapa tahu ada kesalahan yang bisa diperbaiki selanjutnya.
- Bangkitlah dan pastikan untuk memaksimalkan apa yang dimiliki saat ini.
- Bergabunglah dengan komunitas yang saling mendukung.
- Keluarga menjadi support system utama untuk bisa bangkit dan mengusir emosi negatif. Jadi jangan menutup diri, mintalah bantuan keluarga untuk menghadapi semua kenyataan.

Jika semua cara sudah dilakukan, namun emosi negatif berubah menjadi depresi yang membahayakan, segera temui ahlinya. Karena masa depan parents masih berlanjut.

Dari berbagai sumber.




Mengapa Persahabatan Bisa Berakhir? Simak Sebabnya Agar Tak Terjadi Pada Anda

Sebelumnya

Kenali Distimia, Depresi Kronis Jangka Panjang yang Berbahaya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Family