post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

WORLD Health Organization (WHO) telah menetapkan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di dunia.

Penyakit yang menimpa anak-anak ini diketahui berbeda dari hepatitis A, B, C, D, dan E yang ada selama ini.

Lantas, apakah anak-anak yang sudah mendapat vaksin hepatitis—yang menjadi bagian dari imunisasi rutin—akan terlindungi dari hepatitis akut yang melanda 20 negara ini?

Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi IDAI Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) dalam sebuah diskusi virtual (7/5/2022) menyatakan bahwa vaksin yang diberikan kepada anak-anak selama ini merupakan proteksi terhadap hepatitis A dan B. Artinya, vaksin tidak bisa mencegah hepatitis yang bukan keduanya.

Untuk hepatitis A, vaksinasi dilaksanakan mulai usia anak 1 tahun lalu diulangi sebanyak 2 kali setelah 6 bulan hingga 1 tahun.

Sedangkan untuk hepatitis B, dr. Muzal menjelaskan bahwa vaksinasi pertama diberikan sesuai jadwalnya, yaitu mulai dari bayi baru lahir, kemudian diulang pada usia 2 bulan, 4 bulan, juga 6 bulan, sesuai rekomendasi.

Vaksinasi hepatitis B adalah salah satu bagian dari program imunisasi wajib yang diberikan kepada anak-anak seperti halnya imunisasi BCG, polio, DPT, dan campak.

Dr. Muzal juga menerangkan bahwa belum ada vaksin untuk hepatitis C, D, dan E. Demikian pula jika hepatitis akut yang menjadi KLB saat ini merupakan non-A dan non-B, maka secara otomatis vaksinnya juga belum diketahui.

Baru-baru ini virus adenovirus disebut-sebut berkaitan dengan hepatitis akut pada anak. Padahal menurut dr. Muzal, adenovirus selama ini tidak memiliki sangkut-paut dengan penyakit hepatitis.

Karena itulah amat penting untuk melakukan langkah pencegahan meskipun penyebab pasti hepatitis akut pada anak belum bisa diidentifikasi.

Dr. Muzal menekankan pentingnya menjaga kebersihan terutama dengan sering mencuci tangan dan tidak memegang benda di tempat publik, tidak saling meminjam alat makan, serta memasak dengan baik dan benar makanan dan minuman yang hendak dikonsumsi.

 

 



Close X

Lebih dari 100 Kasus Dilaporkan di Eropa, WHO Gelar Pertemuan Darurat Bahas Cacar Monyet

Sebelumnya

Waspada Penyakit Kaki Tangan Mulut pada Si Kecil, Ayah Bunda Wajib Kenali Gejalanya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Health