Ilustrasi/ Net
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

MEMILIKI lebih dari satu anak memang menguras tenaga. Apalagi saat kakak dan adik bertengkar, tidak hanya tenaga yang terbuang, emosi pun ikut meluap.

Ingin membela adik, si kakak tentu protes dan bilang, "Mama cuma sayang sama adik". Tapi kalau didiamkan saja, rasanya kok lama-lama seperti perang dunia ketiga, ya.

Ada tidak sih cara bijaksana untuk menengahi perselisihan Kakak-Adik? Biar Bunda tetap aman dan anak-anak juga tidak merasa Bunda pilih kasih?

Mengutip postingan Instagram Sahabat Parenting, ada 5 cara yang bisa dilakukan ayah dan bunda ketika melihat kakak dan adik bertengkar.

1. Segera Dekati
Ketika tanda-tanda pertengkaran mulai muncul, segera dekati anak, jangan hanya jadi penonton. Tanyakan apa permasalahannya dan berikan solusi terbaiknya. Selanjutnya, berikan apresiasi kepada mereka ketika berhasil menyelesaikan permasalahan tersebut.

2. Jangan Memihak
Saat menengahi pertengkaran anak, jangan sesekali memihak salah satu, baik kakak maupun adik. Jangan pula berdebat atau bertanya tentang siapa yang memulai dan siapa yang harus dipersalahkan. Biarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya dan bantu untuk mencari solusi terbaik.

3. Ajak Anak Berbicara
Ketika adu mulut berlanjut hingga adu fisik, ajak keduanya berbicara. Biarkan mereka bercerita satu per satu, sesuai versinya masing-masing. Setelah itu, minta keduanya untuk saling bermaafan tanpa harus menyalahkan salah satu di antaranya.

4. Bersikaplah Adil
Ketika orangtua membela salah satu anak atas pertengkaran yang terjadi, maka anak tersebut akan semakin tergantung dan memanfaatkan keadaan. Sementara yang lainnya akan merasa sebagai pengganggu. Tidak hanya itu, persaingan di antara keduanya pun akan semakin kuat.

5. Ajari Anak Berempati
Saat menengahi dan memberi nasihat kepada anak, coba minta keduanya untuk saling berempati. Ketika kakak memukul adik atau sebaliknya, coba minta mereka untuk berempati, bahwa pukulan itu menyakitkan.

Tidak hanya menjadi penonton, orangtua haruslah memainkan peran terbaiknya dengan mengajarkan anak tentang kebesaran hati, mau berbagi satu sama lain, dan katakan bahwa sesama saudara harus saling menyayangi.

 




Pemalu atau Social Anxiety? Yuk Kenali Tanda-Tandanya, Bunda!

Sebelumnya

Anak Slow Response Saat Diperintah, Ayah Bunda ‘Berkaca’ Dulu Sebelum Marah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting