post image
Teh hijau tinggi EGCG/ Net
KOMENTAR

JUMLAH korban jiwa akibat virus Covid-19. Masyarakat pun semakin gencar mencari cara dan bahan-bahan yang dianggap ampuh menangkal si virus.

Baru-baru ini, salah satu bahan alami dari teh hijau, yaitu zat EGCG, diklaim bisa mengurangi bahaya keparahan infeksi virus Corona.

Apa sebenarnya zat EGCG?

EGCG atau Epigallocatechin gallate adalah sebuah senyawa tumbuhan yang terdapat di dalam teh hijau. Umumnya, senyawa ini mampu mengurangi peradangan, membantu menurunkan berat badan, dan mencegah penyakit jantung.

Disebut juga sebagai katekim, yang dapat dikategorikan ke dalam kelompok senyawa tanaman yang lebih besar, yaitu polifenol.

Mengutip Healthline, EGCG bertindak sebagai antioksidan kuat yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Yaitu partikel yang dapat merusak sel-sel sehat di dlaam tubuh dan bisa memicu penyakit jika jumlahnya terlalu tinggi.

Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan seperti kategin atau EGCG ini diyakini membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas di dalam tubuh, mengurangi peradangan dan mencegah kondisi kronis tertentu, termasuk penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker.

Kandungan EGCG bisa ditemukan di beberapa sumber makanan nabati. Juga bisa ditemukan dalam bentuk suplemen yang dijual di apotek.

Beberapa makanan yang mengandung EGCG adalah teh hijau, teh oolong, teh hitam, kiwi, ceri, alpukat, kacang hazelnut, dan kacang pistachio.

Penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Moleculae Sciences juga menyebutkan, zat EGCG dalam teh hijau mampu mengurangi keparahan infeksi Covid-19. Zat itu mampu menurunkan sinyal yang menyebabkan inflamasi (peradangan) di dalam tubuh.

Perlu diketahui, ketika terinveksi Corona, bagian sel darah putih yang disebut neutrofil, akan masuk ke dalam paru-paru. Neutrofil itu akan mengaktifkan transforming growth faktor-β (TGF-β) yang menyebabkan fibrosis dan edema di organ paru.

Itulah mengapa saluran pernapasan menjadi terhambat dan menyebabkan gagal napas yang berujung pada kematian. Dari situ peneliti percaya jika penggunaan zat EGCG mampu menurunkan sinyal TGF-β yang memicu inflamasi dan diharapkan dapat mengurangi keparahan infeksi. Dengan begitu, zat EGCG juga dianggap sebagai antifibrotik potensial.

Menanggapi penelitian ini, dr Astrid Wulan Kusumoastuti dari Klik Dokter membenarkan.

"Pada beberapa penelitian in Vitro (di dalam laboratorium), zat EGCG bisa membantu menghambat replikasi virus Sars-Cov. Jadi bisa saja teh hijau digunakan untuk mengurangi keparahan Covid-19," kata dr Astrid.

Tapi, lanjut dia, jangan hanya bergantung pada teh hijau. Pasien juga dianjurkan mengonsumsi obat dari dokter. Obat-obatan tersebut harus dikonsumsi rutin ditambah dengan vitamin. Sementara teh hijau, tidak perlu diminum rutin.

Imbangi mengonsumsi teh hijau dengan makanan yang juga mengandung polifenol tinggi seperti bayam, brokoli, kacang kedelai, apel atau pepaya.

"Tapi tetap saja perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum minum suplemen atau makanan lain yang mengandung EGCG meski telah terbukti mengurangi risiko dari infeksi akibat Covid-19," tegas dr Astrid.

 

Close X

Apakah Vaksin Covid-19 di Indonesia Dapat Melindungi Orang Dengan Komorbid?

Sebelumnya

Kemenkes Ungkap Kecenderungan Varian Delta Banyak Ditularkan Pada Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health