post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

HUBUNGAN ibu mertua dan menantu memang bukanlah the most peaceful of relationship. Banyak hubungan kerap diwarnai argumen dan ketidaksepakatan, namun tak sedikit pula ibu mertua-menantu yang menjalin hubungan berbalut kasih sayang antara mereka.

Di Amerika, masyarakat bahkan merayakan National Mother-In-Law Day yang jatuh pada hari Minggu keempat di bulan Oktober.

Hari tersebut dirayakan dengan tujuan memberi kesempatan kepada ibu mertua-menantu untuk menghabiskan hari yang indah bersama atau untuk memperbaiki hubungan keduanya yang sempat berantakan. Hari itu juga disebut-sebut sebagai hari yang tepat bagi seorang menantu memberi hadiah kepada sang ibu mertua.

Bicara tentang ibu mertua, ada 5 tipe ibu mertua yang wajib dikenali oleh para menantu. Sangat penting bagi kita (menantu) untuk bisa memahami alasan di balik sikap mereka terhadap kita, pasangan kita, dan rumah tangga kita. Dengan memahaminya, kita pun bisa lebih bijak menyikapi karakter dan perilaku ibu mertua.

#1 Si Otoriter
Tipe pertama ini sangat suka memerintah. Ia ingin anak-menantu-cucu berperilaku seperti yang ia perintahkan. Ia seolah tidak mempedulikan perasaan orang lain dan tidak memberi ruang bagi keluarga anaknya untuk berkembang sendiri.

Di balik sikapnya:
Pasti ada alasan mengapa ia menjadi sosok yang sangat otoriter. Bisa jadi itu adalah pengaruh pengasuhan masa kecil yang terbawa sampai tua. Atau ada trauma di masa lalu yang sangat menyakitkan hatinya hingga ia tak ingin peristiwa kelam terulang. Kita dan pasangan harus kompak untuk berusaha 'merangkul' ibu mertua agar ia perlahan-lahan bisa menerima pemikiran orang lain.

#2 Si tukang ikut campur
Oke, mungkin mayoritas menantu merasa bahwa ibu mertua mereka termasuk tipe kedua. Ini tipe ibu mertua yang selalu sibuk dan selalu siap untuk 'masuk' ke dalam setiap pembicaraan suami istri. Ada saja komentar dan tindakannya meski kita dan pasangan tidak memintanya. Ibu mertua tipe kedua ini juga tidak bisa menahan diri untuk tidak terlibat dalam kehidupan rumah tangga anak dan menantunya.

Di balik sikapnya:
Jika kita mau mempertimbangkan segala hal dari berbagai sudut pandang, ibu mertua sering menjadi "tukang ikut campur" karena ia terlalu peduli terhadap keluarganya. Dengan terlibat dalam kehidupan anak-menantu, ibu mertua ingin menjadi 'malaikat pelindung' yang mengendalikan situasi. Ia ingin memastikan bahwa semuanya berjalan baik dan semua orang baik-baik saja.

#3 Si egois
Tipe ketiga adalah ibu mertua yang self-centred. Semua harus tentangnya. Ibu mertua yang ingin selalu menjadi pusat perhatian terlebih saat ia berada di antara orang-orang sebaya dan anak-anak. Setiap momen menjadi sebuah kesempatan untuk menghadirkan keluarganya di sekitarnya. Seolah-olah, ada saja hal yang mengharuskannya minta tolong pada anak-menantu untuk menemuinya dan membantunya.

Di balik sikapnya:
Kita tak perlu terlalu berpikiran negatif tentang ibu mertua tipe ketiga ini. Ia hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak juga cucu-cucunya. Terlebih lagi ketika ibu mertua semakin menua, tentu ia ingin berkumpul lebih lama dengan keluarganya, terutama sang buah hati yang dulu meninggalkannya setelah mendewasa dan menikah. Bagaimana pun, mum will always be mum.

#4 Si baik hati
Tidak hanya yang bersifat negatif, ada pula tipe ibu mertua yang baik. Ya, ibu mertua bisa menjelma menjadi sosok paling baik hati di dunia. Terutama terhadap anak dan menantunya. Ia peduli dan menyayangi serta mendedikasikan energinya untuk keluarga tercinta, terutama untuk anak-anak dan pasangan mereka, dan tentu saja cucu-cucunya.

Ia selalu siap membuatkan makanan untuk kita juga membantu kita dalam berbagai kesempatan. Ia menghormati privasi keluarga kecil kita namun selalu siap mengulurkan tangan saat diperlukan. Tak sedikit ibu mertua yang benar-benar menjadi malaikat penolong dalam rumah tangga anaknya.

#5 Si mandiri
Ibu mertua tipe kelima adalah sosok yang kuat, dengan banyak minat dan tidak pernah berhenti untuk melakukan sesuatu. Ia adalah sosok perempuan yang mampu menunjukkan eksistensi dan aktualisasinya secara individu meskipun selama berpuluh-puluh tahun disibukkan dengan urusan keluarga.

Sosoknya yang memiliki pencapaian pribadi membuat anak-anaknya bangga. Kita sebagai menantu seharusnya bisa mencontoh kedisplinan ibu mertua dalam membagi waktu dan concern-nya pada keluarga. Sosoknya pun mengajarkan kita untuk menjadi perempuan kuat. Kita mungkin tidak sering bertemu, tapi bukan berarti tidak bisa akrab dengannya.

 

 

 

 

 

 

Close X

6 Tahap Berduka Yang Harus Dilalui Sebelum Bangkit dari Hati Yang Terluka

Sebelumnya

Wahai Istri, Jangan Pelit Menghadirkan Senyum Terindahmu Untuk Mengalahkan Senyum Lain Yang Mencoba Menggoda Suamimu

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Family