post image
Valerie Biden Owens naik podium pada kampanye Joe Biden, 8 Januari 2020/ Foto: AP Photo (Andrew Harnik)
KOMENTAR

MENJADI manager tujuh kampanye sukses untuk Senat di Delaware selama 36 tahun dan dua pemilihan presiden yang gagal pada 1988 dan 2008, Valerie Biden Owens (74) akhirnya sukses membawa sang kakak, Joseph Biden, menjadi Presiden Amerika Serikat.

Telah menjadi bagian tim kampanye sejak hampir 50 tahun lalu, ia justru tidak memegang jabatan formal dalam kampanye presiden Joe tahun ini. "Ini kali pertama saya tidak menjadi manajer kampanye dan ini sangat membuat saya frustasi!" jelas Valerie.

Meski demikian, Valerie tetap terlibat aktif dalam kampanye Joe. Dia adalah salah satu orang yang selalu mampu menyemangati sang kakak di setiap hari kampanyenya.

Senator Christopher A. Coons yang mengenal dekat keluarga Biden menjelaskan bahwa Valerie selalu ada untuk Joe sejak awal, pertengahan, hingga akhir perjalanan kakaknya. Pagi, siang, sore, dan malamnya tercurah untuk Joe. Valerie juga disebut Christopher sangat mengidolakan Joe dan mampu membuat Joe bertransformasi menjadi versi terbaik dirinya.

"Tidak sekadar menyemangati, Valerie juga bisa memandang Joe lalu mengatakan 'Jangan lakukan ini.' Dia bisa mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar siapa pun dan tidak bisa dikatakan siapa pun. Karena ya, kamu tidak mungkin bisa memecat adikmu sendiri, bukan?" ujar Senator Chris lagi.

Bersama Jill Biden yang telah mendampingi Joe selama lebih dari 40 tahun, anak-anak Joe: Hunter dan Ashley, serta tujuh cucu Joe, Valerie hadir dalam perayaan keberhasilan sang kakak masuk ke Gedung Putih. Keluarga memang disebut Joe sebagai penyemangat yang menginspirasinya untuk maju menjadi calon presiden.

"She has been my best friend my entire life," tulis Joe Biden dalam buku biografinya, Promises to Keep.
Valerie mengatakan bahwa Joe, kakak tertuanya, adalah seorang pemimpi besar yang selalu membawanya dalam setiap perjalanan yang dilalui Joe. Tak hanya dalam soal politik, Valerie juga menjadi sosok terpenting yang membantu Joe melalui masa terburuk dalam hidupnya.

Sesaat setelah Joe memenangkan pemilihan Senat pertamanya tahun 1972, terjadi kecelakaan mobil yang menewaskan Neilia (istri pertama Joe) dan putrinya yang masih balita, Naomi. Adapun dua anak Joe lainnya yang juga ikut dalam mobil bersama sang ibu, Hunter dan Beau, dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka-luka.

Valerie kemudian berhenti dari pekerjaannya sebagai guru. Ia pindah ke rumah Joe untuk mengasuh dua keponakan laki-lakinya. "Dia menjadi pijakan yang membuat saya mampu meneruskan hidup dan membangun kembali keluarga saya. Ketika Neilia meninggal, adik saya adalah orang yang saya percayai seutuhnya untuk mengasuh anak-anak," tulis Joe tentang sosok Valerie.

Valerie pernah menikah dengan Bruce Saunders setelah lulus dari University of Delaware. Namun sebelum menikah dengan Bruce, Joe dan Neilia pernah memperkenalkan Valerie dengan John "Jack" Owens, sahabat Joe dari Syracuse Law School.

Setelah pernikahannya dengan Bruce gagal, kematian Neilia mempertemukannya kembali dengan Jack. Valerie melihat Jack sebagai sosok yang sangat peduli kepada Joe sepeninggal Neilia. Valerie dan Jack kemudian menikah. Jack saat ini berprofesi sebagai pengusaha sekaligus pengacara.

Terlepas dari urusan kampanye, karir pribadi Valerie terbilang tak kalah cemerlang. Ia pernah menjabat Executive Vice President Joe Slade White and Company, sebuah perusahaan konsultan media yang bekerja dengan para kandidat di berbagai posisi politik, sejak tahun 1997 hingga 2016. Pekerjaannya tersebut membawa Valerie berkeliling dunia.

Kemudian di tahun 2016, ia menjabat US Senior Advisor untuk PBB dan telah bekerja sama dengan Women's Campaign International. Valerie juga termasuk salah satu pimpinan National Committee Partai Demokrat dan menjadi anggota Pengurus Pusat Women's Leadership Forum.

Bekerja sama dengan sang kakak, Valerie menjabat vice chair Biden Institute di University of Delaware juga menjadi vice chair Biden Foundation.

Menurut Valerie, apa yang dilakukannya untuk Joe bukanlah sebuah hal heroik. "Inilah hal sama persis yang akan dilakukan kakak saya untuk saya. Itulah yang dinamakan keluarga," ucap Valerie.

Mengomentari kemenangan Joe, Valerie mengatakan bahwa ia mengenang keponakannya, Beau, yang meninggal di tahun 2015. Valerie berharap bahwa Beau dapat hadir di sisi ayahnya.

"Kami tidak melihat momen ini sebagai sebuah keberhasilan semata. Kursi presiden menjadi platffrom bagi Joe untuk bekerja dengan seluruh rakyat Amerika. Joe adalah sosok yang tepat, di saat yang tepat, untuk semua alasan yang tepat." ujar Valerie tentang hasil voting pilpres yang dimenangkan sang kakak.

Mengomentari petahana yang belum juga mengakui kekalahannya, Valerie dengan tegas mengatakan, "Donald Trump akan keluar dari Gedung Putih pada 20 Januari 2021 (hari inagurasi Presiden-Wakil Presiden). Trump akan menjadi bagian dari sejarah, Trump adalah masa lalu."

Dihimpun dari berbagai sumber

.

 

Close X

Untuk Pertama Kalinya Perempuan Keturunan Palestina-AS Diangkat Sebagai Staf Gedung Putih

Sebelumnya

Jangan Hidup Hanya Untuk Menyenangkan Orang Lain

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Women