post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

MENGENAL grafologi tidak hanya sebatas membaca atau meneliti tulisan anak, Bunda. Gambar yang dibuat oleh anak, juga dapat mencerminkan kepribadian mereka.

Diuraikan oleh Laksmira Ratna Bayuardi, DIP. Child Psy, MHA. CAT, Gambar yang dibuat oleh buah hati Bunda dapat diartikan sebagai kondisi emosional anak. Misalnya, anak menggambar orang dengan mata meski baru berupa titik bisa diartikan bahwa si anak sudah siap bersosialisasi. "Nah, ibu bisa mulai memasukkan mereka ke PAUD atau jenis pendidikan lainnya, karena artinya si anak sudah siap untuk bersosialisasi," ujar Mia disela-sela Workshop Grafologi & Family Playdate yang digelar dalam rangka Milad ke-8 Ibu Profesional Jakarta di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (19/1).

"Yang harus ibu waspadai adalah ketika anak menggambar orang dengan mata yang bulatannya penuh tertutup tinta hitam dan rambutnya juga diwarnai dengan tinta hitam. Anak tersebut memiliki kepribadian yang terlalu posesif dan sensitif. Anak dengan tipikal seperti ini jika dibiarkan bisa menjadi depresi yang berujung menyakiti diri sendiri atau orang lain," ungkapnya.

Menggambar dengan banyak warna diartikan anak sangat visual. Jija posisi gambar tersebut pada kertas lebih cenderung ke kiri, maka si anak cenderung pemalu, tertutup, dan menarik diri. Posisi gambar di tengah, maka anak percaya diri. Sedangkan condong ke kanan artinya ingin dieksplorasi.

"Jika dilihat dari ukuran gambar, yang besar ia percaya diri dan cukup ekstrovert. Kecil artinya pemalu, selalu mengamati lingkungan, dan detil. Untuk tekanan: kuat (cek belakang kertas) energinya besar dan harus disalurkan ke olahraga. Tekanan ringan artinya sensitif, empati besar," urainya.

Jika warna yang dipakai banyak, maka daya visual kuat, warna sedikit diartikan mastering atau fokus pada satu titik. Arah gambar ke kanan cenderung optimis, bersedia mengenal dunia di luar zona aman. Sedangkan yang ke kiri lebih introvert.

Grafologi dalam pendidikan sangat berguna untuk guru mengidentifikasi siswa, memantau kondisi siswa baik emosi maupun fisik, bagaimana siswa menyerap pelajaran, apa yang ingin diutarakan siswa melalui goresannya terutama siswa yang terkendala secara verbal, bagaimana siswa berprogres. 

Dalam parenting dapat dipakai sebagai alat bantu bagi ortu dalam observasi atau pengembangan anak dalam setiap fase yg dilaluinya, termasuk melihat kesiapan anak untuk melangkah ke fase berikutnya, untuk melatih kreatifitas mereka dalam menemukan bakat.

Dan grafologi dalam keluarga sangat efektif utk mengetahui motivasi, kondisi emosi, karakter, energi fisik, introvert/ekstrovert, kecenderungan cara berfikir.

Namun sebelum melihat pribadi melalui grafologi, sebaiknya Bunda memperhatikan hal berikut ini:

1. Amati bagaimana anak cenderung memilih aktifitas.

2. Amati ketika anak berada di situasi yang asing baginya dan dikeramaian, introvert, ekstrovert, atau ambivert (suka bergaul tapi yang private tidak mau dishare).

3. Amati kepekaan sensori anak, kepekaan terhadap lingkungan, aware atau tidak. Lihat apakah anak jijikan, apakah ia terganggu dengan adanya banyak orng dan terhadap bising, atau apakah sensitif terhadap bau-bauan.(F)

Dear Parents, Yuk Bantu Anak Hindari Bullying Dengan Enam Cara Jitu Ala UNICEF Ini

Sebelumnya

Jadi Korban Bullying, Curhat Bocah 9 Tahun Ini Menyayat Hati

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting World