post image
Orangtua Noah McAdams/Net
KOMENTAR

SEORANG hakim di Florida memutuskan bahwa hak asuh seorang bocah berusia 4 tahun bernama Noah McAdams jatuh sementara pada kakek-neneknya.

Keputusan itu dibuat pada hari Senin (9/9) setelah orang tua sang bocah, yakni  Taylor Bland dan Joshua McAdams, menghentikan perawatan kemoterapi untuk penyakit leukemia yang diidap sang anak. Sebagai gantinya, mereka membawa sang anak untuk menjalani terapi alternatif.

Hakim pengadilan wilayah Hillsborough County Thomas Palermo mengatakan, sang bocah akan menghadapi resiko besar jika dia tetap bersama ayah dan ibunya.

"Menempatkan anak laki-laki itu dengan kakek nenek dari pihak ibu adalah satu-satunya cara untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan Noah," ujarnya.

Bland dan McAdams untuk sementara kehilangan hak asuh Noah sejak awal tahun ini setelah kantor sheriff setempat mengatakan bahwa orang tua sang bocah menolak untuk menindaklanjuti perawatan medis untuk menyelamatkan sang anak. Mereka justru memilih untuk pergi ke Kentucky.

Otoritas keamanan setempat pun kemudian mengeluarkan peringatan orang hilang untuk bocah itu pada 29 April.

Namun ketika ditemukan, orangtua sang bocah mengklaim bahwa mereka mencari pendapat kedua yang tentang perawatan bocah selain kemoterapi.

Pengacara untuk pasangan itu mengatakan mereka juga sedang memeriksa pengobatan alternatif. Namun, di antara pengobatan alternatif yang dimaksud adalah ganja yang tidak didukung oleh penelitian ilmiah sebagai alternatif yang efektif untuk kemoterapi.

Pasangan itu pun kemudian secara sukarela setuju untuk melanjutkan perawatan kemoterapi Noah.

Namun Palermo dalam putusannya mengatakan bahwa mereka tidak menepati janji pasangan tersebut untuk melanjutkan perawatan itu.

"Tanpa intervensi penegakan hukum, Noah masih akan kehilangan perawatan medis yang diperlukan," kata Palermo, seperti dimuat NBC News. (F)

Sering Gunakan Media Sosial Bisa Ganggu Kesehatan Mental Anak Perempuan

Sebelumnya

Konsisten Jaga Lingkungan, Wanita Suku Amazon Dinominasikan Dapat Nobel Perdamaian 2020

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News World