Ajak anak untuk aktif bergerak di luar ruangan/Hello Sehat
Ajak anak untuk aktif bergerak di luar ruangan/Hello Sehat
KOMENTAR

SEJAK awal Desember 2023, beberapa jenis penyakit mulai mengancam anak-anak. Sebut saja diare, demam berdarah, pneumonia ‘aneh’, flu, hingga kasus COVID-19 yang terus merangkak naik. Orang tua memang tidak boleh panik, hanya saja perlu kesiapan ekstra untuk menjaga imunitas anak stabil, tidak naik turun, sehingga anak tetap dalam keadaan sehat.

Anak-anak adalah salah satu bagian dari kelompok paling rentan terinfeksi berbagai jenis virus dan penyakit. Karena pada kenyataannya, sulit sekali meminta anak untuk menghentikan beberapa kebiasaan, seperti memakan cemilan pabrikan (ultra processed food/UPF), bergantung pada minuman manis yang cepat sekali menurunkan imun, hingga kesulitan meminta anak untuk aktif bergerak.

Namun sekali lagi, orang tua memiliki hak besar untuk ‘mengatur’ anak, terlebih dalam hal menjaga kesehatan. Jadi, tidak ada salahnya jika orang tua mau ikut menjalankan tiga langkah kecil berikut ini, demi kebaikan anak.

1. Biasakan anak minum jus sayur

Mengutip laman Instagram @rainbowofmylife, orang tua bisa memulai kebiasaan itu dengan membuatkan anak green smoothie (blender), yaitu campuran sayur daun hijau, air kelapa muda atau air biasa, dan buah-buahan (pisang, nanas, mangga, atau lainnya).

Bisa juga dibuatkan jus sayur dengan memanfaatkan juicer. Biasanya, anak sangat gemar dengan jus wortel atau apel.

2. Penuhi kebutuhan nutrisi anak

Ayah Bunda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak lewat real food atau makanan utuh. Seperti hati ayam atau sapi, sup atau kaldu ayam kampung, ceker, daging sapi, atau ikan.

3. Ajak anak untuk bergerak di alam terbuka.

Jika cuaca bersahabat, temani mereka untuk jalan atau berlari-lari kecil keliling komplek atau melompat-lompat di halaman rumah. Setidaknya, anak terkena sinar matahari.

Yang perlu Ayah Bunda ingat, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan kebiasaan-kebiasaan kecil di atas, yang pastinya dilakukan secara rutin, dapat membantu menjaga kestabilan imunitas anak.

Hasilnya tidak sekecil yang kita pikirkan, walaupun aktivitasnya sederhana. Setidaknya, jika anak tertular, mereka bisa sembuh dengan cepat karena memiliki sistem imunitas yang baik.




Bunda, Yuk Persiapkan Mental Si Kecil untuk Semangat Kembali ke Sekolah

Sebelumnya

Balita Usia 2-3 Tahun Mulai Sering ‘Meledak’ dan ‘Ngotot’, Ini 6 Cara Menghadapinya

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Parenting