Suasana kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3)/CNN
Suasana kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3)/CNN
KOMENTAR

KEBAKARAN hebat kembali terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam. Menurut kabar yang beredar di lapangan, kebakaran besar itu terjadi akibat adanya kebocoran pipa bahan bakar minyak lantaran tersambar petir.

Sejauh ini, belum jelas kronologi terjadinya kebakaran di depo milik Pertamina tersebut. Namun beberapa media sosial menyebutkan, ada banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat tragedi tersebut, dan dua di antaranya adalah anak-anak.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara Rizal mengatakan, lokasi peristiwa kebakaran merupakan pemukiman padat penduduk yang memang berpotensi menimbulkan korban yang cukup banyak.

Insiden terjadi sekitar pukul 20.16 WIB. Kobaran api terlihat membumbung tinggi dan membuat langit di sekitar lokasi kejadian gelap gulita, tertutup asap hitam.

Seluruh warga yang berada di sekitar lokasi tampak berlarian, menyelematkan diri ke berbagai tempat aman, di antaranya markas PMI Jakarta Utara yang memang letaknya tidak berada jauh dari lokasi kejadian. Ada sekitar 338 jiwa yang mengungsi di PMI Jakarta Utara.

“Beberapa rumah warga yang ada di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 12 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selata, Kecamatan Koja, banyak yang terbakar,” kata Rizal.

Selain di kantor PMI Jakarta Utara, warga juga banyak mengungsi di RPTRA Rasela, yaitu sekitar 256 jiwa. Lalu di Kantor Dinas Tenaga Kerja sebanyak 74 jiwa, Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan (65 jiwa), dan beberapa masjid di sekitar lokasi.

Menurut informasi, kebakaran Depo Plumpang ini tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga, tetapi juga menyebabkan belasan orang meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka bakar, dan 8 orang dinyatakan hilang.

Sejauh ini, korban meninggal dunia berada di Rumah Sakit Polri dan korban luka bakar dirawat di sejumlah rumah sakit, seperti RS Pelabuhan, RSUD Tugu Koja, RS Mulyasari, dan RS Koja.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kasus ini tidak terulang kembali. Dan ini adalah kali kedua Depo Plumpang mengalami kebakaran, setelah pada Januari 2009 lalu.




Komnas Perempuan: Saatnya Pekerja Rumah Tangga (PRT) Dihormati dan Diakui Hak-haknya Selaku Warga Negara Indonesia

Sebelumnya

Palang Merah Indonesia Berkomitmen Melanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel News