post image
Mahasiswa internasional yang belajar di Amerika Serikat harus angkat kaki jika kampus tempat mereka belajar hanya sediakan pembelajaran online/Net
KOMENTAR

MAHASISWA internasional yang saat ini sednag menempuh pendidikan di Amerika Serikat harus meninggalkan negara itu atau harus menghadapi risiko deportasi jika universitas di mana mereka belajar hanya menerapkan pembelajaran online.

Begitu pengumuman yang disampaikan oleh pihak Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE)

"Departemen Luar Negeri Amerika Serikat tidak akan mengeluarkan visa untuk siswa yang terdaftar di sekolah dan/atau program yang sepenuhnya online untuk semester musim gugur dan ICE tidak akan mengizinkan siswa ini untuk memasuki Amerika Serikat," begitu bunyi keputusan yang dibuat oleh ICE.

ICE menyarankan agar siswa yang saat ini terdaftar di Amerika Serikat mempertimbangkan langkah-langkah lain, seperti mentransfer ke sekolah dengan instruksi langsung.

Namun ada pengecualian untuk mahasiswa yang belajar di universitas yang menggunakan model hybrid, seperti campuran kelas online dan kelas tatap muka.

Keputusan tersebut diperkirakan dapat mempengaruhi ribuan siswa asing yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar atau berpartisipasi dalam program pelatihan. Keputusan itu juga akan berlaku bagi mereka yang melakukan studi non-akademik atau kejuruan.

Sejumlah kampus di Amerika Serikat diketahui mulai membuat keputusan untuk beralih ke kelas online di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi.

Di Harvard, misalnya, semua instruksi kursus akan dikirim secara online, termasuk untuk mahasiswa yang tinggal di kampus. Bagi mahasiswa internasional, kondisi itu membuka pintu bagi mereka untuk harus meninggalkan Amerika Serikat.

"Ada begitu banyak ketidakpastian. Ini sangat menyebalkan," kata seorang mahasiswa pascasarjana di Sekolah Pemerintahan Kennedy di Harvard,  Valeria Mendiola.

"Jika saya harus kembali ke Meksiko, saya dapat kembali, tetapi banyak siswa internasional tidak bisa," tambahnya, seperti dikabarkan CNN. (F)

Close X

Michelle Obama Mengaku Alami Depresi Tingkat Rendah Selama Karantina Virus Corona

Sebelumnya

Putra Mahkota Mohammed Bin Zayed Mengirimkan Doanya Untuk Rakyat Lebanon

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Farah News