post image
Willys Yulita, SPd, CFP dalam Webinar "Smart Financial Planning During Pandemic for New Family" yang digelar Sabtu (13/02/2021)/ FARAH
KOMENTAR

SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang tidak berkesudahan. Tak hanya menyentuh masyarakat menengah ke bawah, kesulitan ekonomi juga dialami masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Di saat sulit seperti ini, tanggung jawab membayar cicilan harus tetap berjalan. Lalu, bagaimana caranya membayar angsuran-angsuran tersebut jika pada kenyataannya kebutuhan pokok pun sulit dipenuhi?

Menjawab hal ini, seorang konsultan keuangan Willys Yulita, SPd CFP menjelaskan beberapa hal. "Ketika kehidupan berjalan normal, orang yang memiliki penghasilan lebih biasanya suka membeli sesuatu dengan cara mencicil. Tapi ketika pandemi datang, mereka kebingungan bagaimana harus mencicil sementara uang untuk mencicil tidak ada?" kata Willys dalam Webinar " Siap Mental dan Finansial di Masa Pandemi " bersama Farah.id, Sabtu (13/2).

Dia menyontohkan, seseorang yang punya cicilan hingga Rp 3 juta, sementara penghasilannya selama pandemi hanya Rp 5 juta. Jika gaji tersebut dipakai untuk membayar hutang, sangat tidak mungkin ia memenuhi kebutuhan satu bulan dengan uang sebesar Rp 2 juta, apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga.

"Solusinya, jika memungkinkan datang ke tempat di mana Anda memiliki cicilan. Minta keringanan sesuai dengan budget yang Anda miliki. Yang penting, Anda masih bisa membayar cicilan dan  tidak lalai," ujar Willys.

Atau, kamu bisa memakai uang darurat untuk menutupi cicilan tersebut. Tidak punya dana darurat? Di sinilah pentingnya mengatur keuangan.

"Dana darurat itu penting sekali, utamanya saat seperti ini. Tapi, belum ada kata terlambat untuk mulai memiliki dana darurat. Mulai atur keuangan Anda dan sisihkan dana darurat sesuai kemampuan," sarannya.

Dana darurat salah satunya bisa diperoleh dengan cara berinvestasi. Ke mana investasi bisa dilakukan?

1. Produk Bank

Maksudnya, kamu bisa mulai menyisihkan rezeki untuk menabung. Ini hukumnya wajib, bisa melalui tabungan biasa, tabungan pendidikan, atau deposito.

2. Emas

Investasi emas ini bisa berbentuk membeli logam mulia atau tabungan emas. Untuk logam mulia, bisa dibeli di Antam, pegadaian, market place, atau platform investasi.

3. Pasar Modal Reksadana

Reksadana ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu transaksi jual beli obligasi dan saham dilakukan oleh manajer investasi dan Bank Kustodian, perpajakan sudah diurus oleh manajer investasi, sehingga hasil sudah bebas pajak.

Minimal modal adalah Rp 100.000. bisa diinput secara sistem di luar jam kerja, dan bisa dicairkan kapan saja.

Close X

5 Tipe Ibu Mertua, Ada Apa di Balik Sikap Mereka?

Sebelumnya

Pandemi Malah Bikin Kecanduan Belanja? Begini Cara Mengatasinya, Bunda!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Family