Ilustrasi virus corona/Net
Ilustrasi virus corona/Net
KOMENTAR

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) akan menamai varian baru virus corona dengan rasi bintang ketika huruf alfabet Yunani habis terpakai.

Kepala Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove mengatakan pihaknya memperkirakan akan ada lebih banyak varian virus corona yang muncul sehingga 24 huruf alfabet Yunani kemungkinan tidak cukup untuk menamai mereka.

Pihaknya telah mempertimbangkan berbagai penamaan, termasuk menggunakan dewa dan dewi Yunani. Namun itu ditolak karena khawatir dengan kesulitan pengucapan.

"Kami mungkin akan kehabisan alfabet Yunani, tetapi kami sudah melihat rangkaian nama berikatnya. Kami sebenarnya sedang mempertimbangkan konstelasi bintang," ujarnya, seperti dikutip The Telegraph, Sabtu (7/8).

Van Kerkhove mengatakan, saat ini kelompok kerja evolulsi virus dan tim hukum WHO sedang memeriksa proposal penamaan itu untuk memastikan tidak menyinggung siapa pun.

Sejak akhir Mei, WHO memperkenalkan penamaan huruf alfabet Yunani untuk varian viruc corona. Sejauh ini sudah ada 11 mutasi yang diberi nama, termasuk empat di antaranya menjadi perhatian, yaitu Delta, Beta, Alfa, dan Gamma.

Kendati begitu, para ahli khawatir akan ada lebih banyak mutasi. Bahkan Van Kerkhove juga menyoroti kemungkinan mutasi virus yang dapat menghindari vaksin yang tersedia saat ini.

"Ini adalah ancaman nyata. Sangat mungkin ada mutasi yang akan menghindari tindakan pencegahan, dan itulah mengapa sangat penting tidak hanya mengandalkan vaksin," tekan Van Kerkhove.




Mendikbudristek Nadiem Makarim: Penting Menanamkan Rasa Cinta terhadap Perbedaan dalam Diri Anak Indonesia

Sebelumnya

Hadiri Pertemuan WIPO di Jenewa, Menparekraf Sandiaga Uno: Indonesia Punya Potensi Kekayaan Intelektual yang Sarat Tradisi dan Kearifan Lokal

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News