post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

INDONESIA kini sedang berada pada tahap waspada stunting. Berdasarkan data, ada 27,4% angka kejadian atau 1 dari 3 balita usia 2-5 tahun mengalami stunting. Kondisi ini cukup memprihatinkan.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama di periode 1.000 hari pertama, sejak janin hingga anak berusia 24 bulan.

Anak tergolong stunting bila tinggi badannya berada di bawah standar deviasi WHO. Dan stunting bisa menghambat kecerdasan, memicu berbagai macam penyakit, dan menurunkan produktivitas.

Lalu, jika anak sudah terlanjur stunting, harus bagaimana?

1. Belum melewati 1.000 hari masa kehidupan

Memperbaiki kondisi anak yang dianggap memiliki gangguan stunting ternyata bisa dilakukan. Yaitu ketika anak berusia di bawah 3 tahun, karena pada masa ini daya serap tubuh terhadap vitamin dan mineral sedang optimal.

Atau sebelum anak pubertas. Pada masa itu, anak bisa diajak untuk aktif berolahraga dan makan-makanan bergizi. Jangan lupa untuk memberikan suplemen dan vitamin peninggi badan, agar pertumbuhannya bisa maksimal.

2. Memberikan makanan dengan gizi dan nutrisi optimal

Menangani gangguan pertumbuhan seperti stunting, harus disiplin mengatur pola makan. Anak stunting harus mengonsumsi gizi seimbang, yaitu 50% karbohidrat, 10% protein, dan maksimal 40% lemak.

Hitungan ini berlaku untuk anak di bawah usia 2 tahun. Sedangkan untuk anak di atas 2 tahun lemak maksimal adalah 30%.

Kebanyakan kasus stunting di Indonesia adalah kekurangan asupan kalori dan protein. Sebaiknya saat memberikan MPASI, jangan terpaku pada sayuran, berbagai kandungan tepung seperti gandum, tetapi juga pada makanan berprotein seperti wortel, brokoli, atau tahu dan tempe.

Tambahkan pula protein hewani dari daging, ikan, susu, dan telur.

3. Melakukan aktivitas fisik dan rutin berolahraga

Yang juga menjadi hal penting dalam mengatasi anak stunting adalah aktifitas fisik dan rutin berolahraga. Aktifitas fisik akan membuat anak banyak mengeluarkan energi dan tidur malamnya lebih nyenyak dan berkualitas.

Dan kenyataannya, anak yang rajin berolahraga akan memiliki tubuh yang lebih tinggi, bugar, dan sehat.

4. Istirahat yang cukup dan tidur berkualitas

Istirahat yang cukup, terutama tidur malam, harus nyenyak dan berkualitas. Hindari si kecil tidur larut malam, apalagi begadang. Karena hormon pertumbuhan bekerja dengan maksimal saat anak tidur dengan nyenyak. Dengan begitu, si kecil stunting bisa mengejar pertumbuhannya.

5. Lingkungan yang bersih dan sehat

Yang harus diperhatikan untuk mendukung anak stunting adalah lingkungan yang bersih dan sehat. Menurut penelitian, anak yang sedang mengejar pertumbuhan atau catch up growth, biasanya akan berhasil ketika lingkungannya baik karena dapat memperpanjang masa pertumbuhan.

Lingkungan yang bersih ini erat kaitannya dengan sanitasi yang harus dijaga kebersihannya.

Intinya, jangan putus asa mengejar pertumbuhan anak yang mengalami stunting, ya Bunda! Karena semangat Bunda adalah jalan utama anak untuk tumbuh lebih baik dan optimal.

Dari berbagai sumber

Close X

Sembuh dari Covid-19, Risiko Kesehatan Apa Saja Yang Mengintai di Kemudian Hari?

Sebelumnya

Urgensi Vaksin Covid-19 Untuk Lansia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Farah Health