post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

MEMILIKI payudara yang padat memang impian semua wanita. Badan terlihat jauh lebih seksi.

Namun tahukah Anda, dibalik padatnya payudara ternyata risiko terjangkit sel kanker sangat tinggi. Hal ini diungkap ahli onkologi medic Aru W Sudoyo, dalam diskusi kanker di Jawa Barat, Kamis (10/10).

“Payudara padat punya sel di dalamnya lebih banyak. Risiko mutasi gen semakin besar kemungkinan terjadi. Makanya, lebih rentan kena kanker payudara,” kata Aru.

Aru pun menunjukkan gambar jaringan payudara padat dan tidak. Terlihat sel pembentuk (lemak dan kelenjar payudara) jaringan pada payudara padat sangat banyak daripada payudara tidak padat.

Menyusui memang bisa mengurangi risiko kanker payudara. Sel-sel kanker yang terbentuk akan mati secara alami saat wanita memasuki masa menyusui. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi payudara padat.

“Kalau payudara padat, kemungkinan hilang seluruhnya (sel kanker) minim. Ya, karena itu tadi. Jumlah sel pembentuk payudara lebih banyak dibanding payudara tidak padat," Aru menerangkan.

Semakin sedikit sel pembentuk payudara, maka risiko kena kankernya sedikit.

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker jenis ini dapat terjadi bila sel-sel di organ payudara tumbuh dengan mekanisme abnormal. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan atau massa.

Bila tidak segera ditangani, sel abnormal tersebut bisa menyebar melalui kelenjar getah bening ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, meskipun jauh lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga dapat terjadi pada pria.

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Para pakar memperkirakan bahwa sekitar lima sampai sepuluh persen angka kejadian kanker payudara dikaitkan dengan mutasi gen yang diturunkan secara genetik.

Karena tingginya angka kanker payudara di Indonesia, setiap wanita disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang mencakup pola makan gizi seimbang, olahraga rutin, cukup istirahat, dan pengelolaan stres yang baik.

Wanita menyusui diketahui secara statistik memiliki kecenderungan lebih rendah untuk mengalami kanker payudara di kemudian hari. Meski begitu, tetap andalkan pola hidup sehat bagi Anda yang pernah menyusui atau pun tidak.

Selain itu, bagi wanita yang diketahui memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara, pemeriksaan lebih rutin dan teliti tentu sangat diperlukan. Terdapat beberapa pilihan metode pen-cek-an atau prosedur kesehatan tertentu yang bisa didiskusikan dulu dengan dokter untuk menentukan strategi pencegahan yang paling ideal. (F)

Mengenal Saffron, Rempah Termahal di Dunia

Sebelumnya

Jangan abaikan Gejala Stroke, Termasuk Cegukan!

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health World