post image
Ilustrasi/Net
KOMENTAR

BARU-baru ini ditariknya ranitidine oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi salah satu berita yang menghebohkan. Maklum saja, ternyata pereda maag tersebut diduga tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu kanker.

Padahal, di zaman Nabi obat sakit maag sangatlah mudah. Ahli pengobatan Thibbun Nabawi Ustadz Muhammad Suharsono mengungkapkan, ada obat-obatan tradisional yang ampu meredakan maag. Sebut saja madu.

“Madu atau herbal atau yang lainnya itu sifatnya hanya pencegahan saja atau preventif. Tetapi apabila sudah ada diagnosa dari dokter, didukung dengan data hasil laboratorium atau radiologi yang mengindikasikan penyakit tertentu, maka sebaiknya mengikuti saran dokter. Mengikuti saran dokter ini adalah bagian dari ketaatan kepada Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW,” paparnya.

Mengonsumsi madu dapat menggantikan ranitidin. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan dalam kitab Ath-Thibbun Nabawi, bahwa suatu ketika ada seorang sahabat datang menghadap Rasulullah dan mengeluhkan perutnya yang terasa sakit. Kemudian Rasulullah menyarankan agar sahabat tersebut mengonsumsi madu.

Setelah tiga kali mengonsumsi madu atas saran Rasulullah, sahabat tersebut akhirnya sembuh dari penyakit perutnya yang diduga maag (saat ini).


Kemudian ada juga doa agar nyeri perut akibat maag cepat sembuh. Doa ini juga sering dibacakan Rasulullah, yaitu dengan cara meletakan tangan di atas perut. Berikut bacaannya:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ.ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُوَأُحَاذِرُ

“Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu bacalah

A'uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim).

Lebih lanjut, pengidap sakit maag tidak risau dengan penarikan ranitidin. Sebab dalam Islam sudah dijelaskan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

وعَنْ جَابِرٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ؛ أَنَّهُ قَالَ : ‏( لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ ، فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ‏) رواه مسلم (2204 ) ‏

Diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah SAW sesungguhnya bersabda “Setiap penyakit pasti ada obatnya, maka apabila ditemukan obat yang tepat untuk satu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah SWT” HR. Muslim (2204).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً ‏) رواه البخاري (5678 ) .

Dari Abu HUrairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda “Tidak ada satupun penyakit yang diturunkan Allah kecuali Allah turunkan juga obatnya” HR. Bukhori ; 5678. (F)

9 Tips "Berdamai" Dengan Depresi Ala Psikolog Mellissa Grace

Sebelumnya

Kisah Ibu Galang Dana Untuk Sembuhkan ‘Sisik’ Sang Anak

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Health World