The Playset/Ist
The Playset/Ist
KOMENTAR

APABILA pada suatu hari Rabu malam Anda kebetulan punya waktu senggang, silakan berkunjung ke Qi Lounge, di Hotel Sultan, Jakarta untuk bersantai sambil menyaksikan pergelaran band The Playset.

Band The Playset bukan band sembarang band namun sebuah band yang didirikan atas prakarsa seorang jenderal berbintang empat yang juga tokoh filsafat kedirgantaraan yang awet-ganteng  yaitu Chappy Hakim.

The Playset

Secara humoristis, sang marsekal yang punya sense of humor kaliber langitan itu menjelaskan bahwa nama Playset berasal dari istilah humoristis yang populer di tanah Jawa “plesetan”.

Mengapa plesetan, karena Band ini hobinya membawakan lagu-lagu dengan tidak konsisten yaitu meramu beberapa lagu menjadi satu.   Mungkin istilah kerennya: Medley.

Namun berbeda dengan medley yang urutan lagunya tersusun rapih dan sesuai rencana, maka The Playset cenderung “suka-suka” saja, hingga dapat membuat pendengarnya kepleset.

Para pemusik The Playset  rata-rata sudah senior (supaya lebih sopan untuk tidak menggunakan istilah tuwir atau tua) berasal dari beragam latar belakang pengalaman panjang bermusik   menyebabkan The Playset tidak bisa menghindar dari penyajian aneka lagu yang gado-gado.

Mereka semua, walau memiliki riwayat cukup lama dalam bermain musik dan juga di antaranya sudah pernah bermain bersama namun tetap mempertahankan kemandirian kepribadian masing-masing.

Musisi

Misalnya  Tengku Syed Nadjib Osman sebagai keyboardist telah mulai manggung bermain musik dengan Group Band Rasela pada awal tahun 1970.

Kemudian berturut-turut bergabung dengan Band The Cockpit, Band No Koes, Band Big City, Band Flash Back, Band Barata, Band Koes Plus dan mengisi acara tetap Blues Night di TVRI sebelum kemudian bergabung ke The Playset.

Nadjib juga sarat pengalaman bermain di berbagai tempat di dalam dan Luar Negeri antara lain Belanda dan Belgia.

Berikutnya adalah Alam atau nama lengkapnya Permas Alamsyah, seorang Tuna Netra pemain Drum yang sampai sekarang masih aktif dalam berbagai bidang kegiatan di Organisasi Penyandang Disabilitas Indonesia.   Berpengalaman di banyak kumpulan Band di tanah air, antara lain Band The Grasshopper, Brama Jaya, Pelni, Subentra dan Milky Way.   Alam menyandang rekor MURI sebagai Tuna Netra pemain Drum professional.

Mancanegara

Pemain Bass Guitar adalah Nono yang juga berpengalaman panjang dengan berbagai klub Band di Jakarta antara lain Grasshopper dan Milky Way dan lain lain.

Nono juga kerap bermain diberbagai daerah di tanah air dan sempat tampil dalam acara khusus di Eropa.

Nono lebih dekat dengan genre musik Jazz dan Blues. Pemain Lead Guitar Finggo Daniel David Van Leun yang sebagai gitaris lebih banyak bergelut dengan lagu-lagu  berirama Jazz dan Blues.

Pernah bergabung dalam acara Bintang –Bintang Blues di TVRI sebagai home-band nya. Berbagai klub Band juga sudah dilalui oleh Finggo antara lain Blues Guardians, Band Atlatic dan beberapa lainnya yang telah berbagai daerah di Indonesia dan juga di Luar Negeri.

Sebagai pemain Saxophone, Vokalis dan juga pemain Bass Guitar handal adalah Yance Louis, berpengalaman bermain dalam banyak klub Band dan juga termasuk Klub  Band Hawaian, Band Cendrawasih, The Guards, The Lords, Maxims All Stars, Green Diamond dan banyak lainnya.

Sebagai musisi professional Yance telah berkeliling hampir ke seluruh pelosok Tanah Air, dan juga bermain di Hongkong , Singapura dan beberapa Negara lainnya.

Ada pemain alat tiup lainnya di Playset yaitu Djoko Pratomo yang selain lihai memainkan Saxophone, Flute, Terompet, Trombone, Keyboard dan juga Bass Guitar serta merangkap sebagai Vokalis.

Berpengalaman cukup panjang bersama berbagai klub Band antara lain The Step, Yeah Yeah Boys dan Grasshoppers.  Sering muncul di TVRI dan pernah bermain di Singapura ,Beijing, Tokyo dan Seoul.

Filosofi

Pergelaran  The Playsets kerap dipandu oleh pengusaha merangkap pemusik dan comedian, Dali Tahir. Filosofi yang dianut bagi para pemain musik di Band The Playset adalah seperti yang sering terdengar dikalangan anak-anak Betawi yaitu “enteng-enteng aje” alias Santai alias Relaks, yang penting meng-create atmosfer menjadi “senang di hati”.




Viral, Seorang Terapis Diduga Lakukan Kekerasan kepada Anak Penyandang Autisme

Sebelumnya

Menggratiskan Tes PCR Pasti Mampu Jika Mau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana