post image
KOMENTAR

KOLABORASI penari balet kelas dunia dari West Australia Ballet dan penari balet Indonesia dari Youth Ensemble memukau penonton di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (7/7).  Kolaborasi ini merupakan bagian dari pertunjukan Ballet Id Historia bertema The Journey of Ballet in Indonesia.

Dari pertunjukkan ini kita bisa melihat sejarah balet di Indonesia, termasuk hubungan antara balet Australia dan Indonesia. Australian Ballet pertama kali tampil di Indonesia pada tahun 1978, sedangkan West Australian Ballet (WAB) pertama kali tampil di Jakarta 25 tahun yang lalu pada 1994.

Ini adalah karya baru dari koreografer Australia Christopher Hillu. Ia telah menghabiskan waktu seminggu di Indonesia untuk  mengembangkan karya ini, berbagi keahliannya sebagai penari dan koreografer dengan generasi berbakat Indonesia dariEnsemble.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, mengatakan, "Kolaborasi ini adalah contoh lain dari hubungan yang berkembang antara industri kreatif Australia dan Indonesia." 

Ini juga merupakan pengingat dari sejarah kita bersama dan peran penting yang dimainkan oleh seni dalam membangun koneksi antara kedua negara kita.


Penari solo West Australian Ballet, Dayana Hardy Acuña dan Juan Carlos Osma menampilkan dua karya, termasuk karya terkenal White Swan Pas de Deux dari Swan Lake.

Menurut Pendiri dan Direktur Eksekutif Ballet.id, Mariska Febriyani, kolaborasi antara komunitas balet Australia dan Indonesia akan mendukung kualitas balet yang lebih baik di Indonesia.

"Ballet.id sangat menghargai kemitraan ini dan percaya hal itu akan membawa kesadaran yang lebih luas bagi masyarakat kita dan menawarkan begitu banyak peluang kreatif bagi generasi muda di kedua negara," katanya.

Pemuda Melarat yang Harus Jalan Kaki Selama 2 Tahun

Sebelumnya

1000 Keluarga Martir Palestina Diberangkatkan Haji

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel News World