post image
Peserta Kongres Pemuda Kedua, 28 Oktober 1928 di halaman gedung tempat kongres dilaksanakan, di Jalan Kramat Raya No. 106.
KOMENTAR

PADA forum pertemuan antar bangsa, presiden Indonesia, Soeharto, senantiasa berbicara dalam bahasa Indonesia yang dialih-bahasakan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya oleh seorang penerjemah kepresidenan.

Para bukan pendukung Pak Harto serta pemuja bahasa Inggris menafsirkan adegan Pak Harto berbahasa Indonesia di forum internasional  itu sebagai indikasi ketidak-mampuan berbahasa Inggris.

Semula saya juga berpendapat seperti itu sampai setelah lebih cermat berupaya mengamati sikap berbahasa para kepala negara lain-lainnya dalam forum pertemuan antar bangsa di planet bumi ini.

Kedaulatan

Ternyata pada lazimnya, para kepala negara yang menggunakan bahasa Inggris pada pertemuan internasional terbatas pada Amerika Serikat dan Inggris beserta para anggota persekemakmuran Britania Raya.

Para kepala negara tidak berbahasa nasional Inggris seperti Rusia, China, Jepang apalagi Prancis (kecuali yang ingin pamer kemampuan berbahasa Inggris) pada forum pertemuan internasional senantiasa menggunakan penerjemah agar masing-masing kepala negara berkesempatan menggunakan bahasa bangsa, negara dan rakyat mereka sendiri sebagai upaya menegakkan kedaulatan bahasa nasional masing-masing.

Prancis punya menteri yang bertanggung-jawab atas kedaulatan bahasa Prancis.

Di Jakarta saya pernah memperoleh kehormatan makan malam bersama Lech Wallesa. Ternyata sang penerima anugrah Nobel yang kemudian sempat menjadi presiden Polandia tetap menggunakan bahasa Polandia yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah ke dalam bahasa Inggris agar saya nengerti apa yang beliau ucapkan.

Ketika saya berjumpa dengan Helmut Schmidt , sang kanselir Jerman yang menggantikan Willy Brandt itu nyerocos dalam bahasa Jerman.

Menteri Sosial dan Menteri Agama

Sebelumnya

Humorologi Dalai Lama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana