post image
KOMENTAR

KETIKA membaca berita Strait Times bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Nasional Singapura 9 Agustus 2019, CNN menetapkan Pandan Cake alias kueh pandan sebagai kueh nasional Singapura saya mengalami dampak perasaan ganda. Kagum dan iri.

Kagum

Di satu sisi saya merasa kagum atas kepekaan semangat kebanggaan nasional media massa Singapura dalam memberitakan hal-hal yang menggelorakan. Semangat kebanggaan nasional Singapura yang dalam kuantitas perbendaharan warisan kebudayaan nasional sebenarnya tidak lebih unggul ketimbang perbendaharaan warisan kebudayaan nasional Indonesia.

Media massa Singapura sangat sigap dan tangkas memberitakan berita-berita bagus selaras mashab Good News Is Good News yang tampaknya cukup dominan pada semangat industri jurnalistik mau selera masyarakat Singapura.

Padahal, pada hakikatnya kebebasan pers Indonesia jauh lebih bebas merdeka ketimbang kebebasan pers Singapura yang lebih dikendalikan oleh penguasa Singapura.

Iri

Di sisi lain, saya merasa iri atas kepekaan semangat Kebanggaan Nasional media-massa Singapura dalam memberitakan hal-hal yang menggelorakan semangat kebanggaan nasional Singapura yang dalam perbendaharaan warisan kebudayaan termasuk kebudayaan upaboga tidak lebih unggul ketimbang perbendaharaan warisan kebudayaan nasional Indonesia.

Ternyata di samping menetapkan kue pandan sebagai kue nasional Singapura sebenarnya CNN juga menetapkan lapis legit sebagai kueh nasional Indonesia.

Namun sementara pemberitaan Strait Times berhasil merangsek masuk ke perhatian masyarakat Indonesia yang menggemari pemberitaan media asing maka pemberitaan media massa Indonesia tidak berhasil menyelinap masuk ke perhatian masyarakat Singapura yang lebih menggemari pers mereka sendiri ketimbang pers asing. Apalagi industri jurnalistik mau pun medsos Indonesia lebih menggemari selera Bad News Is Good News!

Menteri Sosial dan Menteri Agama

Sebelumnya

Humorologi Dalai Lama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana