post image
Penulis membuka pintu pagar Masjid Hays, Kansas, Amerika Serikat.
KOMENTAR

Si celana jeans langsung salat dua rakaat. Juga si Palestina. Saya ikut saja.

Yang khotbah ternyata yang celana jeans. la memindah tiang mikrofon ke depan kami. la menggeser kursi ke depan mikrofon. Mencopot topi. Merogoh saku. Mengeluarkan HP. Mencari materi khotbah di HP-nya.

Si celana jeans pun mulai membaca khotbah. Dari layar HP. Sepenuhnya bahasa Arab. Tentang kemanjuran doa.

Begitu khotbah selesai saya berdiri. Melantunkan qomat. Saya pikir yang satu sudah azan. Satunya sudah khotbah. Tinggal saya yang belum kebagian tugas.

Jumatan selesai.

"Kok hanya tiga orang?" tanya saya ke si Palestina.

"Sudah banyak yang lulus. Sudah pulang semua," jawabnya.

Si celana jeans pun nimbrung.

"Besok pagi saya juga pulang," katanya.

"Sudah selesai master juga?"

"Istri saya yang lulus," katanya.

la hanya menemani sang istri. Yang mengambil master fine art di Hays.

Begitulah peraturan dari Arab Saudi. Wanita yang mendapat beasiswa harus ditemani suami. Bagi yang sudah bersuami. Atau temani bapaknya. Bagi yang masih bujang.

"Saya sendiri guru SMA," ujar si celana jeans. Yakni sebuah SMA di dekat perbatasan Yaman. Dari Jeddah masih delapan jam ke selatan. Naik mobil.

"Jumat minggu lalu berapa orang?" tanya saya.

"Juga tiga orang," jawab si Palestina.

''Sekarang paling banyak enam orang," tambahnya. "Kalau lagi ada teman asal Afrika Jumatan di sini."

Badr sendiri belum pernah tahu Palestina. la lahir di Uni Emirat Arab. Umur 23 tahun migrasi ke Amerika.

la sudah warga negara Amerika. Istrinya Amerika kulit putih. Asli California. Sudah Islam sebelum kawin. Saat masuk Islam umurnya 18 tahun.

Semula sang istri tidak mau kawin dengan Badr. "Saya dianggap terlalu tua," kata Badr. Waktu itu umurnya sudah 39 tahun.

Setahun kemudian sang istri baru mau. Ganti Badr yang mengajukan syarat: sang calon tidak akan pindah agama lagi.

Kini pasangan ini punya dua anak. Perempuan dan laki-laki.

Berarti Jumat depan berkurang dua: si celana jeans pulang ke Arab. Saya mungkin sudah di Tennessee.

Masjid ini sepi lantaran kebijakan baru pemerintah Arab Saudi: beasiswa baru hanya diberikan untuk yang kuliah di 200 universitas terbaik Amerika.

Yang kuat kian ramai. Yang lemah kian sepi. Juga di Amerika. (F)

Kampus Malam

Sebelumnya

Kereta Hijau

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway