post image
KOMENTAR

SATU di antara warisan ajaran mahaguru sosiologi hukum saya pribadi , almarhum Prof. Satjipto Rahardjo yang masih saya ingat adalah bahwa hukum senantiasa tertinggal di belakang kenyataan kehidupan manusia yang lestari berubah. Yang tidak berubah hanya sang perubahan itu sendiri.

Semula terus terang kedangkalan daya pikir saya sulit mengerti apa sebenarnya yang dimaksud Prof. Tjip tentang hukum selalu tertinggal oleh kenyataan. Namun berkat menyimak berbagai peristiwa yang nyata terjadi maka lambat laun saya mulai sedikit demi sedikit memahami apa sebenarnya makna warisan ajaran Prof. Tjip tersebut.

Kambing Power

Sementara berbagai pihak asyik berbincang soal People Power, masyarakat desa Ragung, Sampang, Madura menghadapi fenomena baru yaitu Kambing Power.

Tribunnews.com 12 Mei 2019 memberitakan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sampang, di Madura, mendapat laporan warga lantaran dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan segerombolan kambing. Gerombolan kambing itu dilaporkan warga karena kerap memakan celana dalam warga Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten  Sampang, Madura.

Dilaporkan, bahwa minimal delapan ekor kambing dituduh gemar memakan celana dalam warga di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura. Kambing-kambing tersebut rakus memakan celana dalam bukan pada saat dikenakan warga namun pada saat sedang dijemur warga.

Lalu Lintas

Selain itu, kambing-kambing juga diduga kerap mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Raya Trunojoyo. Para kambing kerap dibiarkan oleh pemiliknya untuk berkeliaran di jalan raya. Menurut keterangan Kepala Seksi Pengamanan dan Penegakan Perda Satpol PP Sampang, Mohammad Sadik, sempat ada pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan lantaran kambing-kambing tersebut.

“Malah pernah waktu lalu terjadi kecelakaan karena pengendara sepeda motor menabrak kambing,” ujarnya pada Surya.co.id, Jumat (10/5/2019).

Kucing Power

Sebelumnya

Russell Menerawang Kekuasaan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana