post image
Bertrand Russell
KOMENTAR

TAKJUB menyaksikan bagaimana sesama warga Indonesia begitu sengit memperebutkan kekuasaan sampai tega membenci bahkan menyelakakan sesama warga Indonesia, maka saya makin merasa ingin tahu mengenai apa sebenarnya yang disebut sebagai “kekuasaan” itu.

Power

Menarik adalah sementara dalam bahasa Indonesia, kekuasaan dibedakan dari daya. Sementara dalam bahasa Inggris, kekuasaan dan daya sama-sama disebut sebagai power.

Pada tahun 1938, seorang mahapemikir Inggris bernama Bertrand Russell menulis dan menerbitkan sebuah buku setebal 328 halaman berjudul Power: A New Social Analysis yang pada hakikatnya merupakan pemikiran campur kebingungan plus kegelisahan tentang kekuasaan oleh manusia terhadap manusia.

Sementara Machiavelli lebih membeber das Sein, maka Russell lebih mencari das Sollen kekuasaan.

Haus

Buku Russell menerawang kekuasaan memuat berbagai argumentasi terdiri dari empat tema utama. Tema pertama menyimpulkan bahwa kehausan (untuk tidak menggunakan istilah kerakusan) atas kekuasaan merupakan kodrat alami naluri manusia.

Tema kedua menegaskan bahwa ada beberapa bentuk kekuasaan yang saling beda namun saling terkait. Tema ketiga meyakini bahwa organisasi kekuasaan pada lazimnya terhubung dengan sifat individual. Akhirnya Russell meyakini bahwa “arbitrary rulership can and should be subdued”.

Bagi Russell, segenap topik ilmu sosial pada hakikatnya merupakan upaya telaah berbagai bentuk kekuasaan terkait ekonomi, militer, kebudayaan dan kemasyarakatan (civil). Setelah menerawang kekuasaan lewat jalur ilmu sosial, kemudian Russell mengalihkan fokus ke isu filosofikal terkait problematika kekuasaan.

Laskar Musisi Chappy Hakim

Sebelumnya

Rehabilitasi Togog

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana