post image
KOMENTAR

INILAH pusat peradaban Islam pada wilayah Euroasia. Banyak mesjid di kota ini.

Mungkin itulah sebabnya Kazan disebut sebagai Kota Santri. Kazan adalah pusat budaya sekaligus kota dengan penganut Islam terbesar di Rusia. Sekitar 50 persen penduduknya memeluk agama Islam sedangkan mayoritas kedua adalah kaum Ortodoks.  Kazan terletak di Republik Tatarstan, salah satu negara bagian di Rusia. Di sini mayoritas warganya beragama Islam.

Islam telah ada  sejak abad 10 Masehi, merujuk pada penemuan sebuah masjid yang diyakini berusia seribu tahun lebih. Arkeolog menemukan reruntuhan lain berupa bebatuan putih di dekat salah satu benteng kuno. Menurut para peneliti, bangunan itu menghadap ke arah Makkah.

Masjid pertama yang dibangun tahun 1766  diberi nama dari seorang cendekiawan Muslim, Marcani. Mesjid Marcani. Selain Mesjid Marcani, banyak masjid lain. Jarak dari satu masjid ke masjid lainnya tidaklah berjauhan sehingga kita bisa melihat satu menara ke menara lainnya. Konon ada sekitar 1000 masjid di Kota Kazan.

Salah satu mesjid yang terkenal adalah Mesjid Qul Sharif yang dibangun pada abad ke-16. Ini adalah mesjid terbesar di Rusia dan Eropa. Nama mesjid ini diambil dari nama  seorang tokoh ulama yang mengabdi di sana dan  meninggal dengan sejumlah muridnya ketika mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia pada tahun 1552. Masjid Qul Sharif dibangun di atas reruntuhan masjid yang hancur ketika tentara Rusia menduduki Kota Kazan.

Kota Kazan begitu religius dan damai. Masyarakat  telah menjalani tatanan kehidupan yang hamonis dan saling menghormati.

Tradisi Ramadhan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Para muslim di sana menyambut Ramadhan dengan saling bersilaturahmi ke rumah sanak family dan berziarah. Biasanya mereka akan membuat acara makan-makan bersama keluarga besar.

Saat puasa di kota ini jauh lebih panjang waktunya. Karena Tatarstan memiliki waktu siang yang cukup panjang, maka masyarakat Muslim di sana berpuasa lebih dari 18 jam.

Di beberapa masjid, program tahfidz al-qur’an (menghafal al-qur’an) yang terjadi setiap sore untuk anak-anak juga semakin aktif di bulan Ramadhan. Tradisi lainnya adalah didirikannya “Shatyer Ramadan” oleh masyarakat sekitar. Shatyer adalah tenda yang menyediakan menu “ifthor” (buka puasa) secara gratis. Di sini kita menyebutnya tajil. Pelaksanaan shatyer Ramadhan ini beragam, tergantung maing-masing daerah. Ada yang diselenggarakan selama satu bulan dan ada yang hanya sepuluh hari terakhir. (F)

Muslimah Jenius Penggubah Puisi

Sebelumnya

Kisah Seorang Pembersih Masjid Nabawi yang Menjadi Sosok Penting Di Mata Rasulullah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Islamic World