post image
KOMENTAR

Salah satu ruangan yang tak boleh dilewatkan adalah Patio of the Lions, sebuah ruangan terbuka yang berada di sisi timur Court of The Myrtles. Pada saat saya berkunjung ke sana, bagian tengah ruangan tersebut ditutupi karena sedang direnovasi. Padahal di sana terdapat semacam bak berbentuk lingkaran yang ditopang oleh 12 patung singa dan saya sangat ingin melihatnya langsung.

Menurut sejarah, setiap patung singa ini mengalirkan air mancur dari mulutnya sesuai dengan urutan jam yang berlaku dan digunakan untuk berwudhu. Sungguh mahakarya yang tak ternilai! Sayangnya, fungsinya sebagai penunjuk waktu sudah tidak dapat dinikmati lagi. Setelah Alhambra jatuh hingga sekarang, belum ada satu pun yang bisa mengembalikan fungsi air mancur tersebut seperti semula.

Di sisi selatan Patio of the Lions, terdapat sebuah ruang bernama Hall of Abencerrajes. Memandang ke langit-langit ruangan tersebut, mata dibuat terpana menyaksikan keindahan kubahnya. Kubah berbentuk bintang tersebut dihiasi oleh ornamen-ornamen menyerupai stalaktit dan dipagari oleh rangkaian kaligrafi. Sangat cantik!


Setelah puas mengitari Nasrid Palace, saya melanjutkan tur Alhambra menuju Alcazaba. Alcazaba merupakan bangunan tertua di Alhambra dan semula raja bermukim di sini. Setelah Nasrid Palace dibangun, Alcazaba hanya digunakan untuk keperluan militer dan benteng pertahanan. Salah satu yang bisa dilihat di Alcazaba adalah sisa-sisa reruntuhan dari markas sekaligus tempat tinggal para prajurit Moor yang terdapat di Arms Square.

Alcazaba juga memiliki beberapa menara, salah satunya yang cukup menarik adalah The Watch Tower (menara lonceng). Anda bisa naik ke menara lonceng tersebut, dari sana tersaji pemandangan memukau kota Granada dari ketinggian 26 meter yang didominasi rumah-rumah bercat putih dengan pepohonan hijau di sekitarnya.

Generalife menjadi tempat terakhir yang saya kunjungi di Alhambra. Penamaan Generalife berasal dari bahasa Arab “Jannat Al-Arif” yang berarti taman arsitek. Konon, taman tersebut dirancang untuk merefleksikan keindahan taman surga. Sepanjang taman ini terdapat pohon-pohon hijau, bunga aneka warna, serta kolam-kolam dengan air mancur yang sungguh menyejukkan mata. Di tempat inilah para raja menghabiskan waktu untuk rehat sejenak.

Perkampungan Tua Albaycin

Belum sah ke Granada kalau belum mengunjungi Albaycin, sebuah perkampungan tua bangsa Moor. Jalan-jalan sempit berbatu yang diapit rumah-rumah bercat putih menjadi ciri khasnya. Untuk mencapai perkampungan ini, saya menaiki minibus C1 yang berangkat dari Plaza Nueva.

Albaycin berada di bukit yang berseberangan langsung dengan Alhambra, hingga keindahan istana merah tersebut secara keseluruhan dapat dinikmati dari sini. Sebuah lapangan bernama Mirador de San Nicolas menjadi tempat terbaik untuk mengagumi istana hasil karya bangsa Moor ini. Sungguh menyenangkan bersantai sambil duduk-duduk di salah satu bangku yang tersebar sambil disuguhi pemandangan Alhambra yang memukau.  

Bunga Langka Lambang Kejayaan

Sebelumnya

Fadly ‘Padi' Bersiap Kolaborasi Spesial dengan Maher Zain

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga