post image
KOMENTAR

SIAPA tak kenal Imaniar? Di akhir 80-an, pemilik nama lengkap Imaniar Noorsaid ini mengguncang pentas musik tanah air dengan penampilan enerjik dan funky di jalur musik R&B. Beberapa album solo Imaniar yang booming pada masa itu di antaranya Hasratku dan Kacau yang terjual hampir satu juta kaset. Lama tak terdengar, apa dan bagaimana kehidupan ibu dari Malcolm Bawazier yang masih tampak cantik dan segar ini sekarang?

F: Sosok Imaniar saat ini seolah menjauh dari sorotan kamera...

I: Banyak orang berpendapat jika sudah jarang tampil di televisi pasti sudah jarang ada show. Padahal sebaliknya. Tawaran off air show masih banyak, dan masih tampil rutin di stasiun tivi nasional. Kalau di acara-acara tivi swasta, memang lebih banyak penyanyi muda yang tampil.

Saat ini aktivitas saya selain mengajar musik juga menjadi pengarah vokal.

Ada juga beberapa penyanyi muda terkenal yang ingin mempelajari teknik vokal lebih dalam ke saya. Karena biasanya mereka sontak terkenal setelah satu single, manggung sana-sini, dan tidak punya waktu khusus untuk mempelajari banyak hal seputar musik yang dapat memperkaya diri mereka. Dalam bulan suci Ramadhan ini juga saya meluncurkan single religi bertajuk “Forever with You.”

F: Masih berkutat dengan proyek mengorbitkan bintang baru?

I: Sampai detik ini, setidaknya sudah ada 150 murid yang pernah belajar musik kepada saya. Dan ini akan terus berlanjut. Karena saya menginginkan Indonesia memiliki penyanyi-penyanyi hebat, terutama yang mahir menyanyikan notasi lagu dan membawa nama Indonesia ke festival-festival bergengsi bertaraf internasional.

Saya sangat serius dalam urusan menjaring bakat ini. Saya lihat apakah dia benar-benar memiliki tekad serius dan bakat untuk menjadi penyanyi. Jika ya, saya sangat bersemangat untuk membantunya meraih cita-cita itu. Saya berani untuk free of charge asal saya lihat anak itu berpotensi dan serius.

F: Bagaimana seorang Imaniar menilai musik Indonesia saat ini?

I: Yang jarang sekali saya temukan dari generasi saat ini adalah notasi yang membuat sebuah lagu penuh harmoni, tidak hanya enak didengar tapi juga menjadi favorit dalam jangka panjang. Contohnya lagu-lagu Chrisye atau Fariz RM. Kalau di luar negeri, lagu-lagu seperti yang dinyanyikan Whitney Houston atau Mariah Carey. Saat ini, musisi lebih mengedepankan beat dan rhtym. Cepat sekali berganti tren.

***

Imaniar mengawali kariernya dengan bergabung bersama saudara-saudaranya (Idham, Irommy, Lydia, Inang, dan Iwang) dalam band keluarga, The Big Kids yang kemudian berubah menjadi Kids Brothers. Band ini dibentuk oleh sang ayah Said Kelana pada tahun 1967.

Said, seorang legenda tokoh musik Indonesia yang juga pensiunan tentara Kodam Jaya begitu keras mendidik keenam putra-putrinya dalam bermusik. Niar kecil sudah dilatih bernyanyi, bermain saksofon dan terompet sejak berumur empat tahun. Kala itu banyak yang menyamakan mereka sebagai The Osmond Family- nya Indonesia.

***

F: Imaniar dikenal sebagai penyanyi R&B yang identik dengan dance energik di atas panggung. Kenapa bisa memutuskan berhijab?

I: Berhijab adalah kewajiban sebagai muslimah yang sudah memenuhi pikiran saya sejak lama. Saya punya ketertarikan yang lebih kepada Islam dibanding saudara-saudara saya. Bisa dibilang, mereka lebih moderat dan demokratis, sementara saya lebih kritis menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dulu, saya selalu menolak tawaran show, fokus beribadah, dan tidak lepas berhijab selama Ramadhan. Tapi memang untuk konsisten berhijab, masih terhalang banyaknya tawaran manggung.

Suatu waktu, saya memutuskan inilah saatnya berhijab. Waktu itu saya sudah menandatangani kontrak menyanyi di acara pemberian penghargaan di perusahaan Taiwan. Yang datang hampir tidak ada orang Indonesia. Panitia kaget melihat penampilan saya; kepala tertutup dan baju gamis berwarna merah. Salah satu panitia sempat membatalkan show. Saat saya mau mengembalikan uang muka yang sudah telanjur diberikan, tiba-tiba MC memanggil nama saya ke atas panggung. Akhirnya saya tetap tampil, nge-dance, dan total menghibur penonton seperti yang sudah disepakati.

Dan di akhir penampilan saya, si bos asal Taiwan naik ke atas panggung, memberi karangan bunga, dan mengucapkan “you are a great entertainer”. Saat itu juga saya yakin bahwa hijab bukan penghalang
untuk bisa bermusik dan menghibur orang banyak.

F: Jika di luar musik, apa yang menjadi me time bagi Imaniar?

I: Mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, dan belanja. Passion saya sebenarnya menjadi ibu rumah tangga. Terasa nikmat luar biasa saat bisa mengurus anak dan mengurus rumah. Saya juga senang menjamu keluarga dan tamu yang datang berkunjung.

F: Jadi sebenarnya apa arti musik bagi Imaniar?

I: Abah (Alm. Said Kelana) mendoktrin saya bahwa dalam bermusik tidak boleh setengah-tengah, harus total menghibur penonton. Karena itu, orang terheran-heran kok, saya di usia sekarang (53) masih sangat energik di atas panggung. Karena petuah abah menjadi landasan karier saya.

Untuk bisa mempertahankan eksistensi dari tahun 80an hingga sekarang, harus menjalankan pekerjaan dengan sepenuh hati. Di tengah kesibukan sebagai ibu dan mengurus banyak hal, saya selalu berdoa kepada Allah, jika memang saya diberi karier menjadi penyanyi, maka mudahkanlah jalan saya untuk membagi ilmu dalam bernyanyi dan bermusik yang saya punya. (F)

Mengintip Playlist Musim Panas Barack Obama

Sebelumnya

Kental Akan Budaya Dan Romantika, Film Dokumenter Bali: Beats of Paradise Tuai Apresiasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA